Sumber: pulausumbawanews.net

NEWSWANTARA – Pulau Moyo tidak hanya dikenal sebagai pulau yang paling banyak disambangi oleh selebriti dunia. Pulau yang terletak di Provinsi NTB ini masih banyak menyimpan destinasi yang indah lainya. Terlebih dengan kekakayaan budaya yang dimiliki hingga kearifan lokal yang masih terjaga.

Adanya Festival Moyo yang digelar pemerintah kabupaten Sumbawa merupakan bentuk promosi potensi yang ada di Kabupaten Sumbawa. Pemukulan bedug oleh Wakil Gubernur NTB Muh.Amin SH pada Jumat (23/9/16) menandakan Festival Moyo tahun 2016 secara resmi dibuka.

Pelaksanaan Festival Moyo dianggap penting untuk dilaksanakan, mengingat industri pariwisata merupakan salah satu pintu masuk untuk meningkatakan kesejahteraan masyarakat, menurunkan kemiskinan, melalui berbagai program. Industri pariwisata terbukti telah mampu menggerakkan ekonomi di NTB.

Festival Moyo kali ini dilakukan di Wisma Daerah pada malam hari, dan dilanjutkan dengan pawai budaya pada sore harinya. Festival yang nantinya akan menonjolkan kesenian Tanah Samawa serta pameran kreatif akan berlangsung selama seminggu penuh.

Acara Pawai Budaya yang diikuti kontingen dari 24 kecamatan. Dalam pawai budaya ini semua kontingen kecamatan menampilkan adat dan budaya Samawa, mulai dari Adat Nyorong, Barodak, Perkawinan, Biso Tian, Gunting Bulu, Legenda rakyat dll. Acara parade tersebut dilepas dari Taman Kerato dan Finisnya di Lapangan Pahlawan Sumbawa Besar.

Sumber: kabarlombok.com
Sumber: kabarlombok.com

Festival yang akan melibatkan komunitas-komunitas kesenian dan pegiat budaya dari Pulau Sumbawa akan jadi ujung tombak dari festival ini. Menjadi agenda tahunan pemda yang kini telah memasuki tahun ke 5 menjadi ajang promosi potensi pulau Sumbawa.

Festival moyo kali ini mengambil tema ‘Festival Moyo sebagai wahana pariwisata dan budaya Samawa menuju Sumbawa hebat dan bermartabat”. Tema yang memberikan pesan dan menggambarkan keyakinan bahwa dalam pengembangan pariwisata dan budaya merupakan salah satu rute yang harus ditempuh menuju cita-cita Sumbawa hebat dan bermartabat.

Pulau Moyo sendiri dipilih menjadi nama festival ini dikarenakan potensinya yang besar bahkan telah dikenal oleh dunia internasional. Tidak terkesan melupakan potensi lainnya yang ada di Pulau Sumbawa, Pulau-pulau kecil yang ada di Kabupaten Sumbawa kini telah ramai dikunjungi. Seperti Gili Tapan di Teluk Saleh, pulau Keramat di Lapade Utan, pulau Bedil, dan pulau Temedang. Adapun lokasi wisata sejarah yang ada di antaranya, Istana Dalam Loka yang terbuat dari kayu besi, Bala Kuning (rumah Sultan Sumbawa) dan Wisma Daerah pendopo bekas istana.

Adanya Festival semacam ini menjadi ajang promosi pulau-pulau kecil lainnya kepada publik untuk bisa dikenal lebih jauh lagi. kekayaan budaya yang dimiliki oleh Sumbawa akan dikemas dalam rundown acara. Salah satunya dengan mengadakan Buffalo Carnaval (Karnaval Kerbau). Kerbau di Sumbawa biasa digunakan untuk membajak sawah oleh petani, sekaligus untuk mengikuti ajang tradisi Barapan Kebo.

Baca Juga: Mengenal Barapan Kebo dari Sumbawa 

Kerbau dianggap memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibanding hewan ternak lainnya seperti sapi, kuda, kambing dan lain-lain. Harga kerbau bisa melambung tinggi ketika menjadi juara pada event Barapan Kebo. kebudayan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk tersaji dalam rundown Festival Moyo.

Untuk bisa mengoptimalkan branding Pulau Sumbawa lewat festival moyo dibutuhkan kerja sama dari berbagai elemen. tidak hanya dari pemerintahan, masyarakat pun dilibatkan dalam hal ini terlebih di era digital.

Di era keterbukaan informasi sekarang ini diharapkan dapat membantu dalam branding Pulau Sumbawa khususnya melalui social media. Hal ini dikarenakan penggunaan social merupakan suatu media yang paling efektif dan memberi dampak yang besar dalam melakukan promosi.

Berikan Komentar Anda

avatar