Klenteng Boen Tek Bio
Klenteng Boen Tek Bio Tangerang [Istimewa]

NEWSWANTARA – Kawasan Pasar Lama Kota Tangerang Banten adalah salah satu tempat yang ramai menjelang Imlek. Di Pasar Lama terdapat satu klenteng tertua dari tiga klenteng yang ada di Tangerang, yaitu klenteng Boen Tek Bio. Klenteng ini didirikan oleh komunitas petak sembilan pada 1684. Menjelang Imlek warga sekitar berdatangan untuk berdoa kepada para dewa dan leluluhnya.

‘Boen’ memiliki arti intelektual, ‘tek’ berarti kebajikan, sementara ‘bio’ berarti tempat ibadah. Secara etimologi, Klenteng Boen tek bio berarti tempat bagi umat manusia untuk menjadi insan yang penuh kebajikan dan intelektual.

Bangunan yang pertama dibangun adalah bagian tengah klenteng. Bangunan ini sempat mengalami renovasi pada tahun 1844. Dalam renovasi ini, sengaja didatangkan ahli bangunan dari Cina. Sehingga, bangunan klenteng yang pada awalnya hanya berupa rumah menjadi seperti yang bisa dilihat seperti saat ini.

Selain itu di Tangerang ada juga Klenteng Bun San bio, klenteng ini berada di kawasan Pasar Baru, tepatnya di Jalan KS Tubun. Vihara ini memang tak seramai klenteng Boen tek bio tetapi lahannya cukup luas dan bangunan yang lebih megah.

Vihara/Klenteng Bun San bio, tersebut juga dihiasi ratusan lampion yang digantung di langit-langit. Lampion ini berasal dari umat yang bersembahyang yang meminta agar mereka dan leluhur diberi penerangan baik di dunia maupun akhirat.

Uniknya, vihara ini terdapat tempat keramat atau petilasan pemuka agama asal Bogor, Raden Surya Kencana. Menurut pengelola klenteng, Raden Surya Kencana memiliki hubungan baik dengan klenteng Bun San bio. Dahulu saat berdakwah ia selalu mampir dan beristirahat di klenteng ini. Untuk menghormati mendiang, pengelola membuat sebuah kamar di bagian belakang klenteng.

Berikan Komentar Anda

avatar