PLTH Pandansimo Menjadi Percontohan Pengembangan Tenaga Hybrid

PLTH yang terletak di Pantai Pandansimo [iqbalkautsar.com]

NEWSWANTARA – Di Pantai Pandansimo, setidaknya terdapat 82 warung kuliner yang mendapatkan manfaat dari listrik Pembangkit Listrik Tenaga Hibrit (PLTH). Pengembangan PLTH ini dilakukan sejak tahun 2011 oleh kemenristek dikti berkerjasama dengan universitas Gadjah Mada (UGM), pemda DIY dan Pemkab Bantul.

Keberadaan PLTH Pandansimo menghapus kisah gelap Pantai Pandansimo yang dulu sepi tatkala malam datang. Terletak di pojok barat-selatan Kab. Bantul, Pantai Pandansimo tidak terjangkau jaringan listrik. Pantai yang terkenal dengan wisata kuliner seafood sangat merasakan dampak adanya PLTH yang mampu menyulap pantai Pandansimo bergeliat hingga malam.

Dinamakan tenaga hibrid karena mengombinasikan tenaga angin dan surya. Ketika angin tidak berhembus maka bisa digantikan dengan tenaga surya. Kadangkala angin tidak berhembus atau matahari terhalang mendung, sehingga untuk mencukupi pasokan listrik harus didapat dari keduanya.

Baca juga : agro nanoteknologi untuk pertanian Indonesia

Cara kerja PLTH tidaklah rumit, putaran kincir angin akan menggerakkan generator yang menghasilkan arus listrik. Begitu juga, panel surya akan menyerap sinar dan panas matahari yang kemudian dikonversi menjadi arus listrik. Arus listrik ini disalurkan ke Rumah Kontrol. Dari sini lalu disinkronisasi oleh Integrated Solar and Wind Regulator untuk mengisi arus listrik ke baterai.

Terdapat 268 buah baterai yang disimpan pada Bank Baterai bertegangan 220V. Di Bank Baterai, arus listrik berjenis DC ini disimpan. Kemudian agar diperoleh arus listrik yang bisa dikonsumsi, dari baterai dialirkanlah ke inverter sebagai pengubah arus dari DC ke AC. Setelah itu, arus listrik baru akan disalurkan kepada para pengguna.

PLTH Pandansimo melibatkan peran masyarakat setempat agar mereka tak hanya sebagai pengguna. Dalam operasionalnya, PLTH menggandeng masyarakat untuk merawat instalasi. Selain itu, demi mewujudkan masyarakat mandiri teknologi, PLTH Pandansimo memiliki sebuah workshop atau bengkel PLTH.

Tidak sekedar untuk keperluan wisata, PLTH Pandansimo dimaksudkan pula untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat seperti pertanian, perikanan dan kelautan. Para petani sangat merasakan dampak positif PLTH.

Sebelum adanya PLTH, budidaya pertanian hanya mengandalkan curah hujan. Sekarang, petani dapat mengairi tanamannya kapanpun diperlukan. Air dipompa dengan menggunakan energi listrik dari PLTH. Air lalu dialirkan melalui pipa untuk ditampung dalam tandon-tandon. Petani bisa menyirami tanaman, diambil dari tandon setiap kali dibutuhkan.

Teknologi semacam ini sangat dibutuhkan untuk dapat dioptimalkan dari potensi yang ada. Masyarakat di sekitar Pantai Pandansimo bisa menjadi role model untuk bisa jadikan contoh dalam pengaplikasiannya di daerah lain di Indonesia. Lokasi yang cocok utamanya di wilayah sekitar laut selatan karena kekuatan anginnya 4-8 meter per detik berdasarkan pantauan BMKG untuk dapat dioptimalisasikan.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz