Pemprov Jatim Gunakan ‘Tentara Lalat Hitam’ Untuk Mengatasi Sampah

Sampah
Sampah selalu menjadi sebuah persoalan yang dihadapai di kota-kota besar di Indonesia [Pict: Berita Sulsel]

NEWSWANTARA – Saat ini Provinsi Jawa Timur tercatat telah memproduksi tak kurang dari 400 juta ton sampah dengan 170 juta yang terdeteksi setiap tahunnya. Sekitar 20 juta diantaranya berasal dari limbah industri kecil.

Guna mengatasi permasalahan sampah tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur membuat langkah inovasi dengan menggunakan belatung BSF (black soldier fly) atau yang biasa dikenal dengan ‘tentara lalat hitam’ sebagai pengurai sampah.

Selain untuk mengatasi permasalahan sampah, penggunaan belatung tentara lalat hitam juga diproyeksikan bisa mendatangkan keuntungan secara ekonomis.

Larva BSF akan memakan sampah organik buah-buahan, sayur, sisa makanan, dan lainnya dengan reduksi sampah hingga 80 persen. ‘Tentara lalat hitam’ yang merupakan species asli Indonesia bukan golongan hama atau vektor penyakir sehingga memiliki kandungan protein tinggi untuk pakan ikan dan hewan ternak.

Baca Juga

Penggunaan belatung BSF sebagai pengurai sampah merupakan teknologi yang paling sesuai untuk jenis sampah rumah tangga dan sampah pasar. Belatung ini mampu mengurai hingga 80 persen sampah organik.

Teknologi konversi BSF yang diuji coba oleh Pemprov Jatim di Surabaya mendapatkan perhatian dari berbagai pemerintahan kota dan swasta dari seluruh Indonesia. Surabaya kini menjadi percontohan karena per harinya mampu mengurai sekitar 2.000 ton sampah.

Belatung BSF (black soldier fly) hidup lebih lama di tempat sampah sehingga bisa lebih banyak menghabiskan sampah. Kemampuannya mengkonversi sampah dalam sehari mencapai dua kali lipat dari bobot tubuhnya.

Sebagai ilustrasi jika Anda memproduksi 1 kg sampah perhari, maka ia bisa menghabiskan hingga 2 kg sampah atau sekitar 60 kg sampah per bulannya.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz