Naufal Raziq, Bocah Penemu Teknologi Pohon Listrik

pohon listrik
Rasa Keingintahuan dan semangatnya yang tinggi mendorong Naufal untuk bereksperimen dengan berbagai metode guna menghasilkan listrik.

NEWSWANTARA – Anak indonesia kembali membuktikan dirinya dalam perkembangan dunia sains. Usianya yang belia tidak membantasi dirinya untuk bisa menciptakan karya layaknya yang dilakukan orang dewasa.

Naufal Raziq (15th) namanya, bocah yang menemukan teknologi pohon listrik saat usianya menginjak umur 14. Penyempurnaan temuannya kini dilirik oleh salah satu BUMN, kabar penemuan Naufal terdengar oleh sebuah perusahaan minyak terbesar di Indonesia, PT Pertamina (Persero).

Masuk dalam bagain CSR, Pertamina EP Rantau memang gencar mencari inovasi yang berguna dan bermanfaat bagi masyarakat. Temuan Naufal sejalan dengan apa yang menjadi visi kemandirian energi yang diusung Pertamina.

Sebelumnya, teknologi temuan Naufal ini telah bermanfaat dan digunakan oleh PT Pertamina EP melalui Rantau Field dengan mengimplementasikan teknologi pohon energi untuk membantu sekolah Anak Merdeka dan beberapa rumah dan fasilitas umum di desa terpencil Tampor Paloh Kec. Simpang Jernih, Kab. Aceh Timur untuk bisa mendapatkan penerangan di malam hari.

Saat ini sedikitnya ada 60 rumah di Aceh telah memiliki lampu dimana listriknya berasal dari pohon kedondong. Menurut Naufal satu rumah dapat dialiri listrik melalui 10 pohon kedondong pagar.

Selain itu, pohon energi ini juga telah dipasang di lokasi Pusat Pemberdayaan Masyarakat Pertamina di Aceh Tamiang, yang juga menjadi laboratorium tree energy dalam pengembangannya untuk memperoleh hasil yang lebih maksimal.

Awalnya Naufal mempelajari ilmu pengetahuan alam, dirinya pernah membaca bahwa buah yang mengandung asam bisa menghantarkan listrik, akhirnya Naufal melakukan uji coba pada buah kentang.

Setelah itu ia berpikir lagi, kalau buahnya mengandung asam berarti pohonnya juga mengandung asam, akhirnya Naufal mulai melakukan eksperimen. Setelah melalui beberapa langkah seleksi dan evaluasi, pilihan Naufal jatuh ke pohon kedondong pagar.

Si Kedondong dipilih juga bukan tanpa alasan. Selain karena banyak hidup di lingkungan Naufal, kandungan asam yang stabil dari getah pohon adalah syarat utama untuk bisa diterapkan dalam percobaan. Sementara nama pagar sendiri diberikan karena predikat si pohon yang sering dijadikan sebagai pagar oleh warga.

Inovasi dari Naufal ini merupakan wujud energi terbarukan yang memanfaatkan potensi alam yang banyak dijumpai di Indonesia. Sesuai dengan semangat pertamina untuk terus mendukung inovasi teknologi baru dan terbarukan. Harapannya semakin banyak inovator yang menemukan solusi untuk penggunaan energi yang terbarukan

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz