Toleran Menjalankan Hari Raya Nyepi.

Pict : bantenpos.co

NEWSWANTARA – Meskipun hari raya nyepi telah lewat, namun perayaan hari raya umat hindu tersebut euforianya masih membekas hingga saat ini. Hari Raya Nyepi merupakan perayaan dalam menyambut Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Kegiatan nyepi bertujuan untuk membersihkan diri dari hal-hal yang bersifat negatif dalam menjalani kehidupan yang lebih baik selama setahun kedepan.

Perayaan nyepi dilakukan oleh seluruh pemeluk agama Hindu di Indonesia. Namun yang paling manarik perhatian adalah perayaan nyepi yang terdapat di Bali, dimana mayoritas penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Dalam hal agama/kepercayaan yang dianut di Bali, 92.29% penduduk Bali adalah penganut Hindu, 5.69% Muslim, 1.38% Katolik dan Kristen, serta 0.64% penganut Budha.

Dalam perayaan nyepi arak-arakan patung besar yang sering disebut ogoh-ogoh diikuti oleh beberapa macam teatrikal banyak manarik decak kagum para penonton. Tidak hanya disaksikan oleh masyarakat umum, para wisatawan baik lokal maupun mancanegara cukup tertarik dengan kebudayaan tersebut yang mencerminkan nuansa keberagaman yang ada di Indonesia.

Perayaan nyepi tahun ini cukup unik, yakni yang bertepatan dengan gerhana matahari dan sekaligus mencatat sejarah baru dalam perayaan nyepi. Selain itu perayaan nyepi yang berlangsung selama 24 jam, bisa mengehemat lsitrik Negara sebesar 60%.

Bertepatan dengan perayaan hari raya nyepi di Bali, umat muslim juga melaksanakan sholat gerhana matahari. Padahal, sejatinya seluruh pemeluk agama Hindu tanpa terkecuali umat muslim tidak diperkenankan melakukan aktivitas. Namun tidak untuk di Bali, keduanya masih bisa dijalankan dengan saling menghormati satu sama lain melalui perjanjian yang telah disepakati.

Dari perayaan-perayaan besar di Indonesia, perayaan nyepi juga menunjukkan sikap toleransi antar umat beragama yang tinggi. Seperti halnya perayaan besar yang dilaksanakan di Indonesia lainnya. Sikap toleransi yang ditunjukan masyarakat di Bali menunjukan sikap cerdas pada Negara Bhineka Tunggal Ika.

Indonesia merupakan negara yang beragam dengan kebudayaannya. Walaupun menyandang predikat sebagai negara muslim terbesar di dunia, namun nilai-nilai toleransi harus tetap dijunjung tinggi guna membawa Indonesia menuju Negara yang damai serta makmur.