Toleran Menjadi Cerminan Masyarakat Indonesia

Sumber: pusakaindonesia.org

NEWSWANTARA – Kemajemukan dalam menjalani kehidupan sosial menjadi sebuah cerminan masyarakat Indonesia sekaligus identitas bangsa dari keberagaman yang dimiliki. Indonesia merupakan negara muslim terbesar di dunia. Peduduk yang menganut agama Islam di Indonesia mencapai 85 persen atau sekitar 12,7 persen dari total muslim di dunia.

Sebagai negara dengan pemeluk Islam terbesar di dunia tidak menjadikan Indonesia untuk menerapkan sistem hukum Islam seperti halnya dengan negara-negara Islam lainnya. Ini dikarenakan negara Indonesia menjalankan sistem demokrasi dengan ideologi Pancasila. Negara demokratis yang sekuler dengan mayoritas pemeluk agama Islam.

Konstitusi Indonesia menjamin kebebasan berfikir dan beragama kepada semua orang menurut agama atau keyakinannya masing-masing. Kebebasan tersebut merupakan bentuk dari 7 abad lamanya negeri ini berpancasila, “Bhinneka Tunggal Ika“, berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan.

Konstitusi di Indonesia menetapkan kebebasan dalam beragama sesuai dengan apa yang telah ditetapkan. Terdapat 5 kepercayaan yang di akui oleh konstitusi diantaranya adalah Islam, Kristen protestan, Katolik, Hindu, Buddha, Kong hu cu.

Mengacu pada dasar negara yaitu Pancasila menjadikan negara Indonesia sebagai negara dengan toleransi yang tinggi. Ini dapat dilihat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pematang siantar misalnya yang dinobatkan sebagai daerah tertoleran di Indonesia. Kerukunan dalam beragama terlihat jelas yang ditandai dengan berdampingannya tempat ibadah.

Kehidupan bermasyarakat pun terjalin rukun dari perbedaan yang ada. Masyarakat hidup rukun berdampingan bahkan saling mendukung satu sama lain. Seperti apa yang terlihat di Bali, ketika berlangsung hari raya nyepi, maka umat muslim yang ada di Bali akan mengecilkan volume pengeras suaranya pada saat manjalani ibadah sholat jum’at.

Terlahir dari keberagaman membuat Indonesia dekat dengan toleransi. Adanya negara Indoensia wujud dari perbedaaan yang disatukan. Indonesia ada karena keselarasan tujuan dari keberagaman untuk memaknai kata merdeka. Nilai toleransi telah ada sebelum negara Indonesia terbentuk.

Keberagaman yang dimilki Indonesia bisa dijadikan sebagai kekuatan untuk memaknai sebuah identitas bangsa. Menjadikan Indonesia sebagai negara yang toleran akan menempatkan Indonesia sebagai negara yang dihargai di dunia Internasional. Ketika kata damai sulit terwujud untuk kemerdekaan Palestina, dan ketika itu pula Indonesia mengambil tindakan untuk mendukung.

Sebagai negara muslim terbesar dan negara terpadat ke 4 di dunia, posisi Indonesia memberi peluang sebagai negara percontohan dengan budaya tolerannya. Kebudayaan yang terdapat di Indonesia bisa dijadikan aset untuk mendongkrak posisi Indonesia menjadi negara yang dihargai dari kerukunan dalam keberagaman yang ditampilkan.

Dalam gerakan non-blok Indonesia berada pada posisi garis netral. Berusaha membantu dalam peran PBB untuk mewujudkan perdamaian dunia, Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas dunia seperti pada dukungannya dalam memerdekaan Palestina.

Posisi Indonesia sebagai negara muslim terbesar dengan semboyannya bhinneka tunggal ika, yang memilki makna persatuan dalam keberagaman untuk bisa saling mendukung dalam mewujudkan harapan bersama yang dicita-citakan.


Baca Juga: