Kesadaran Masyarakat Akan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama di Tambrauw, Papua Barat

masjid dan gereja
Bangunan masjid dan gereja saling berdampingan [Ilustrasi]

NEWSWANTARA –  Sikap toleransi antar-umat beragama menjadi suatu hal yang penting bagi kehidupan masyarakat dalam suatu negara dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan. Kesadaran akan sikap saling menghargai dan menghormati, antar-umat beragama menjadi tujuan utama untuk menghindari gesekan-gesekan yang dapat menimbulkan pertikaian di masyarakat suatu negara.

Di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat, kesadaran akan sikap toleransi antar-umat beragama telah menjadi budaya turun-temurun yang terus dilestarikan hingga saat ini dan menjadi kekuatan dalam mempertahankan kebinekaan daerah tersebut.

Kerukunan dan kesadaran akan toleransi di Kabupaten Tambrauw tersebut tercipta bukan karena desakan pemerintah atau aparat keamanan, tapi tumbuh dari kebersamaan di tengah masyarakat dengan sendirinya.

Baca Juga : Toleran Menjadi Cerminan Masyarakat Indonesia

Salah satu contoh budaya toleransi yang masih terjalin harmonis di Kabupaten Tambrauw adalah ketua dan panitia yang bertugas pada hari besar umat Islam adalah umat Kristen. Begitu pula sebaliknya, dalam perayaan hari besar umat Kristen, umat Islam di Tambraw yang bergerak sebagai panitia.

Sikap Toleransi antar-umat beragama ini telah membudaya hingga saat ini. Karena itu, hingga hari ini, masyarakat Kabupaten Tambrauw tetap hidup rukun, tidak pernah terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang ataupun aksi-aksi yang hendak memecah-belah persatuan.

Pemerintah daerah juga memberikan dukungan dengan mengalokasikan dana Rp 1,5 miliar untuk renovasi masjid tua yang dibangun secara swadaya sejak Tambrauw masih berstatus distrik/kecamatan. Masjid tersebut dibangun secara swadaya atas kerja sama umat Gereja Kristen Injili (GKI) dan muslim di Tambrauw saat itu.

Baca Juga : Aceh dan Islam Indonesia, Sebuah Simbol Budaya Toleransi

Saat Kabupaten Tambrauw statusnya masih distrik, masjid di Sausapor, Kabupaten Tambrauw didirikan dengan swadaya oleh umat Kristen yang menyediakan material dan bahan untuk membantu pembangunannya. Karena sudah sangat tua, maka pada 2014 lalu pemerintah daerah mengalokasikan Rp 1,5 miliar untuk renovasi dan saat ini sudah berdiri megah serta digunakan umat Islam hingga saat ini.

Kesadaran akan sikap toleransi dan saling menghargai antar umat beragama di  Kabupaten Tambrauw, Papua Barat tersebut harus tetap dijaga dalam rangka menjaga semboyannya bhinneka tunggal ika, yang memilki makna persatuan dalam keberagaman untuk bisa saling mendukung dalam mewujudkan harapan bersama yang dicita-citakan.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz