Aceh dan Islam Indonesia, Sebuah Simbol Budaya Toleransi

[ANTARA FOTO/Irwansyah Putra]

NEWSWANTARA – Menduduki peringkat ke 4 dari jumlah populasi yang di miliki, Indonesia menjadi Negara muslim terbesar di dunia. Mayoritas penduduk muslim di Indonesia diperkirakan mencapai 207 juta orang. Jumlah yang besar menyatakan bahwa sekitar 13% dari umat muslim di dunia tinggal di Indonesia.

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia menganut ideologi Pancasila. Indonesia ada dari perbedaan yang menjunjung tinggi rasa toleransi. Budaya toleransi kentara dengan Indonesia hingga daerah-daerah yang di Indonesia yang begitu sangat menghargai adanya sebuah perbedaan. Aceh salah satu diantaranya yang sangat mengahargai perbedaan.

Provinsi Aceh merupakan daerah yang menjalankan peraturan daerah (perda) berdasarkan syariat Islam. Aceh menjadikan syariat Islam sebagai aturan (Qanun) yang bilama melanggar aturan tersebut akan dihukum secara Islam juga. Peraturan yang paling kentara di Aceh adalah peraturan seputar Khalwat dan Jinayat saja.

Daerah dengan mayoritas penduduk muslim dan dikenal sebagai kota seribu masjid, hal ini dikarenakan hampir setiap kecamatan di Aceh memiliki masjid. Bahkan dalam satu kecamatan terdapat dua masjid hingga pada saat waktu sholat tiba, suara adzan akan terdengar lantang menyejukkan hati.

Baca Juga:

Memiliki ‘seribu’ masjid, Aceh juga memberi tempat untuk umat agama lain. Banda Aceh merupakan ibukota provinsi Aceh, kota yang telah menjadi rujukan bagi dunia. Hal itu dikarenakan masyarakat madani itu sangat toleran, tidak ada sebuah gap, dan selalu memupuk kebersamaan. Tidak jauh dari Masjid Raya Baiturrahman yang menjadi maskot Kota Banda Aceh, terdapat sebuah gereja yang keberadaanya melambangkan nilai toleran.

Sejarah masuknya Islam ke Indonesia juga tidak lepas dari Aceh yang menjadi pintu masuk persebaran agama Islam melalui pedagang dari Arab. Letaknya di Selat Malaka menjadi posisi strategis pada jalur perdagangan kala itu. Aceh adalah tempat pertama masuknya agama Islam di Indonesia dan sebagai tempat timbulnya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu Samudera Pasai dan Peureulak.

Untuk memperkuat kohesi sosial dan melanggengkan kerukunan di Aceh, selalu ditekankan bahwa pentingnya menjaga tri kerukunan umat beragama. Tri kerukunan ini mencakup kerukunan internal umat beragama, kerukunan antar umat beragama, dan kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.

Aceh dan Islam Indonesia merupakan sebuah simbol budaya toleransi yang ada di negeri ini. Posisi Aceh saat ini diharapkan dapat menjadi barometer kerukunan di Indonesia pada tatanan Bhinneka Tungga Ika.

“Kerukunan dan beragama ibarat filosopi kopi, Kenikmatan kopi hanya bisa dirasakan ketika ia bercampur dengan unsur lain, yaitu air dan zat lainnya. Aceh adalah barometer penting dalam pelaksanaan dan pemahaman bidang keagamaan serta kerukunan bangsa.”

~Lukman Hakim Saifuddin~