Bendungan Rolak Songo
Bendungan Rolak Songo [Wanda Fathoni]

NEWSWANTARA – Bagi masyarakat Mojokerto mungkin sudah tidak asing lagi dengan Bendungan Rolak Songo. Sebuah bangunan bersejarah yang dijadikan sebagai penampung debit air yang mengalir di sungai terbesar dan terpanjang di Jawa Timur, Sungai Brantas.

Bendungan Rolak Songo terletak di Desa Lengkong Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto pada kooordinat : 7°26’42″LS –  112°27’55″BT, tepatnya berada di Jl. Mayjen Sungkono (Taman Wisata Lengkong), Mojokerto, Jawa Timur.

Baca Juga

Nama Rolak Songo sendiri diambil dari jumlah menara penggerek pintu air yang berjumlah sembilan (Bahasa Jawa = Songo). Rolak Songo sebenarnya sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda sebagai waduk irigasi serta penahan banjir di daerah Surabaya dan Sidoarjo.

Bendungan Rolak Songo merupakan sebuah bendungan yang memiliki sembilan bangunan yang berguna sebagai penggerak pintu air (check dam). Bendungan ini memiliki sebuah nilai historis dikarenakan berdiri sejak tahun 1857 pada zaman penjajahan Belanda.

Dasar utama pembangunan bendungan Rolak Songo adalah untuk mengatur debit air agar dapat mengaliri kanal Magetan yang dibangun pada masa penjajahan Belanda dan digunakan untuk mengairi persawahan di daerah Kabupaten Sidoarjo.

Selain fungsi tersebut, bendungan Rolak Songo yang dibangun oleh Ir. Sutami ini juga digunakan untuk mengatur ketinggian air di anak Sungai Brantas yaitu Kali Mas yang berada di Surabaya dan Kali Porong yang berada di Sidoarjo. Dengan adanya bendungan ini aliran air yang menuju ke dua sungai tersebut dapat terkendali sehingga bisa mengurangi dampak terjadinya banjir.

Bendungan Rolak Songo merupakan satu dari banyak bendungan yang berdiri dan mengubah aliran Kali Brantas. Bendungan ini menjadi titik nol Kali Porong yang saat ini terkenal akan buangan lumpur Lapindonya. Pengelolaan bendungan Rolak Songo saat ini dijalankan oleh Perum Jasa Tirta (PJT).

Bendungan yang telah dibangun sejak tahun 1857 tersebut kini kondisinya sudah rusak sehingga perlu dibangun kembali. Bekas pintu air buatan Belanda tersebut saat ini sudah tidak dipakai lagi, namun jika ingin melihatnya bisa mengunjungi Museum Rolak Songo yang ada di sekitar lokasi bendungan.

Sekedar informasi, Sungai Brantas di Mojokerto bercabang menjadi 2 yaitu Kali Mas yang melewati Surabaya dan Kali Porong di selatan Kabupaten Sidoarjo, hal itulah yang membuat Bendungan Rolak Songo memiliki daya tarik wisata, oleh karenanya saat ini Pemerintah Kabupaten Mojokerto menjadikannya sebagai tempat rekreasi.

Berikan Komentar Anda

avatar