Mengenal Singkat Perkembangan Peradaban di Surabaya

Jalan tunjungan pojok selatan pertigaan embong malang basuki rachmat tahun 1930 [Pict : rajaagam.wordpress.com]

NEWSWANTARA – Kota terbesar kedua di Indonesia ini kini menjelma menjadi raksasa ekonomi untuk Indonesia timur. Teletak di ujung timur pulau Jawa tepatnya di Provinsi Jawa timur, Surabaya menjadi pusat perekonomian dengan jumlah populasi mencapai 2,765 juta jiwa. Kota yang disebut sebagai kota pahlawan dikarenakan perjuangan Arek-Arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

Surabaya dulunya merupakan gerbang Kerajaan Majapahit, yakni di muara Kali Mas. Bahkan hari jadi Kota Surabaya ditetapkan sebagai tanggal 31 Mei 1293. Hari itu sebenarnya merupakan hari kemenangan pasukan Majapahit yang dipimpin Raden Wijaya terhadap pasukan kerajaan Mongol utusan Kubilai Khan.

baca juga :  Mengulas Sejarah Terbentuknya Pasar Modal Di Indonesia

Pasukan Mongol yang datang dari laut digambarkan sebagai ikan SURO (ikan hiu/berani) dan pasukan Raden Wijaya yang datang dari darat digambarkan sebagai BOYO (buaya/bahaya). Secara harfiah diartikan berani menghadapi bahaya yang datang mengancam. Maka hari kemenangan itu diperingati sebagai hari jadi Surabaya.

Secara geografis Surabaya memang diciptakan sebagai kota dagang dan pelabuhan. Surabaya merupakan pelabuhan gerbang utama Kerajaan Majapahit. Letaknya yang dipesisir utara Pulau Jawa membuatnya berkembang menjadi sebuah pelabuhan penting di zaman Majapahit pada abad ke – 14.

Berlanjut pada masa kolonial, letak geografisnya yang sangat strategis membuat pemerintah Kolonial Belanda pada abad ke – 19, memposisikannya sebagai pelabuhan utama yang berperan sebagai collecting centers dari rangkaian terakhir kegiatan pengumpulan hasil produksi perkebunan di ujung Timur Pulau Jawa, yang ada di daerah pedalaman untuk diekspor ke Eropa.

Daerah metropolitan yang  dikenal dengan istilah gerbang kertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan) ini memiliki perkembangan yang signifikan akibat didominasi pembangunan insfrastruktur dan pemukiman skala besar.

Kondisi Kota Surabaya sekarang [Pitc. bicarasurabaya.com]
Pada awal abad 20, Surabaya berubah drastis menjadi kota modern bahkan pernah di juluki sebagai The Most Modern City in The Indies. Dikarenakan memiliki banyak landmark gedung maupun bangunan tua sisa tata kota masa kolonial yang bergaya Eropa klasik. Surabaya kini telah bertransformasi dari pusat kegiatan di wilayah jawa Timur menjadi pusat penopang perekonomian di wilayah Indonesia tengah dan timur Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz