Menelusuri Jejak Sejarah Asal Usul Dialek Ngapak

Alun Alun Banyumas
Alun Alun Banyumas [Instagram/@instapurwokerto]

NEWSWANTARA – Bahasa ngapak merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan oleh masyarakat daerah jawa tengah khusunya daerah sekitar gunung Slamet seperti Cilacap, Tegal, Brebes, Banyumas, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, sebagian Pekalongan, Pemalang, dan sebagian Wonosobo.

Bahasanya yang tegas, blak blakan dan apa adanya menjadi keunikan dari dialek ngapak ini. Terlepas dari keunikan dialek ngapak, tahukah Anda mengenai asal usul dialek ngapak dan sejak kapan dialek ngapak mulai digunakan?

Asal Usul Dialek Ngapak

Asal usul dialek ngapak berawal dari nenek moyang orang Banyumas yang berasal dari Kutai, kalimantan Timur pada masa Pra-Hindu. Menurut catacan seorang Orientalis Ahli Islam dan Ahli Sejarah Van Der Muelen, pada abad ke 3 sebelum masehi pendatang dari Kutai mendarat ke tanah jawa tepatnya di Cirebon kemudian mendiami lereng gunung Ciremai dan sebagian lainnya menetap di sekitaran Gunung Slamet.

Pendatang yang mendiami daerah sekitar gunung Ciremai berkembang menjadi peradaban Sunda dan yang berada di sekitar gunung Slamet mendirikan kerajaan Galuh Purba. Kerajaan Galuh purba inilah yang menjadi cikal bakal kerajaan kerajaan lain di tanah jawa.

Kerajaan Galuh Purba mempunyai wilayah kekuasaan yang cukup luas mulai dari Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalang, Bumiayu, Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, Kedu, Kebumen, Kulonprogo, dan Purwodadi.

Berdasarkan prasasti Bogor, kerajaan Galuh Purba mengalami kemunduran sehingga ibukota kerajaan pindah ke daerah Kawali dan berganti nama menjadi Galuh Kawali. Kerajaan Galuh kawali berada di bawah kerajaan Tarumanegara yang dipimpin oleh Purnawarman.

Baca Juga

Kerajaan Galuh Kawali kembali mendapatkan kekuasaan ketika Tarumanegara dipimpin oleh Candrawarman kemudian menjadi kerajaan Galuh dan berkembang menjadi kerajaan Pajajaran, Jawa barat.

Meskipun kerajaan Galuh Purba berkembang menjadi sebuah kerajaan besar dengan Galuh di jawa barat dan kalingga di Jawa Tengah, namun keduanya memiliki hubungan yang terjalin dengan baik dengan adanya perkawinan antar kerajaan. Dari perkawinan antar keduanya inilah muncul Dinasti Sanjaya.

Dari dinasti Sanjaya inilah kemudian mempunyai keturunan raja-raja di tanah Jawa sebagai keturunan Galuh Purba. Bahasa yang digunakan keturunan galuh Purba masuk dalam rumpun bahasa Jawa kulon yang meliputi, Sub Dialek Banten Lor, Sub Dialek Cirebon/Indramayu, Sub Dialek Tegalan, Sub Dialek Banyumasan, Sub Dialek Bumiayu. Bahasa yang mereka gunakan inilah yang saat ini kita kenal dengan bahasa ngapak atau dialek ngapak.

Keunikan Dialek Ngapak

Bahasa ngapak yang blak-blakan dan apa adanya disebabkan oleh wilayahnya yang jauh dari pusat kerajaan sehingga bahasa yang mereka gunakan masih asli tanpa ada pengaruh politik dari kerajaan. Sebagai contoh masyarakat banyumas cenderung tidak terlalu memperdulikan status sosial, mereka menganggap golongan priyayi atau ningrat dengan orang biasa sama saja.

Kota Cilacap
Slogan “Ora Ngapak Ora Kepenak” Kota Cilacap

Mereka bersifat universal dan selalu mengedepankan sikap kesetaraan. Berbeda dengan bahasa Jawa yang membagi tingkatan bahasa berdasarkan status sosial seperti Bahasa jawa Ngoko, Kromo dan Kromo Inggil. Hal ini dikarenakan pengaruh dari kondisi politik kerajaan Mataram.

Letak geografis Banyumas yang berada di antara Sunda dan Mataram, serta jauh dari kerajaan Mataram inilah yang menjadikan bahasa ngapak menjadi bahasa yang netral, sehingga berpengaruh ke dalam kehidupan berbudaya masyarakatnya. 

Budaya masyarakat Banyumas yang egaliter dan mengedepankan kesetaraan menjadikan mereka memiliki kekuatan solidaritas dan menjunjung tinggi nilai kerukunan. Sikap egaliter inilah yang menjadikan masyarakat banyumas jauh dari sifat feodalisme yang memandang seseorang dari kedudukan, pangkat, dan harta dalam kehidupan sosial.

Indonesia memang kaya dengan berbagai bahasa dan budayanya, oleh karena itu sebagai generasi muda marilah saling menghargai dan melestarikan bahasa daerah. Itulah tadi sedikit cerita mengenai asal usul dialek ngapak, semoga bermanfaat.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz