350 Tahun Silam Pulau Banda Pernah Ditukar dengan Manhattan di New York

Kepulauan Banda
[Ilustrasi/Wikipedia]

NEWSWANTARA – Pulau Run yang merupakan bagian dari Kepulauan Banda, Provinsi Maluku, seakan terlupakan oleh khalayak dunia. Padahal pulau mungil ini telah mengubah sejarah dunia. Sekitar 350 tahun silam tepatnya pada tahun 1667, Belanda menukar New Amsterdam yang sekarang menjadi Manhattan New York, Amerika Serikat dengan Pulau Run, Kepulauan Banda.

Awalnya Kepulauan Banda merupakan wilayah yang dikuasai oleh Belanda. Inggris yang tak kuat menahan godaan pala terbaik dunia sempat mencoba mengambil kepulauan Banda dari Belanda. Strateginya saat itu, menjatuhkan jangkar dan membangun markas.

Pada 1616, Inggris berhasil menguasai salah satu pulau di Banda, bernama Pulau Run yang panjangnya 3,2 kilometer dan lebar satu kilometer. Di sinilah Inggris membuat koloni pertama dan membentuk English East India Company sekaligus mencanangkan kolonialisme Inggris.

Mati-matian Belanda dan Inggris berperang untuk menguasai perdagangan dunia. Terhitung dari tahun 1652-1654 perang pertama dilakukan dan perang kedua dimulai dari tahun 1665.

Baca Juga:

Pada 31 Juli 1667 Inggris dan Belanda kemudian melakukan sebuah ‘Perjanjian Breda’ sebagai solusi damai yang sangat menguntungankan Belanda. Hasil dari kesepakatan tersebut adalah Belanda akan menukar kekuasaan atas Manhattan, Amerika Serikat dengan Pulau Run di Kepulauan Banda yang menjadi kekuasaan Inggris

Belanda sangat membutuhkan Pulau Run untuk memperkuat monopoli dengan menguasai satu-satunya tempat penghasil pala di dunia yakni Kepulauan Banda. Pala menjadi satu-satunya komoditas yang bernilai lebih mahal dari emas pada saat itu.

“Memiliki sekantong pala di abad ke-17, maka Anda akan bisa hidup mewah di Eropa”

Pala hanya tumbuh dalam kondisi spesifik: tanah subur dan lumayan kering di tengah iklim tropis yang kerap diguyur hujan. Kalaupun cuaca dan tanahnya bagus, buah pala baru muncul setelah tujuh hingga sembilan tahun.

Ketika Belanda akhirnya menguasai Pulau Run, Banda, mereka berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rempah-rempah dengan perusahaan bentukannya Dutch East India Company (VOC). Dengan taktik brutal, termasuk membantai semua penduduk asli Banda, termasuk melawan sekutu sendiri dari Eropa, yakni bangsa Inggris.

Belanda menguasai perkebunan pala-rempah yang berguna tidak hanya dijadikan sebagai bumbu masakan tapi pala juga diyakini dapat dijadikan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti wabah pes.

Masyarakat Banda akhirnya harus menanggung konsekuensi atas hal tersebut. Belanda berusaha menukar mental orang lokal Banda dengan cara membasmi, membunuh dan menyingkirkan. Dari 15.000 orang kurang lebih hampir setengah masyarakat lokal yang dibantai. Sebagian dari mereka melarikan diri untuk pertukaran kerja paksa.

Selang 3,5 abad New Amsterdam (New York) kini berkembang menjadi kota bisnis terbesar di dunia. Sedangkan kehidupan Pulau Run berjalan sangat pelan, sejalan dengan harum buah pala yang tak lagi tercium oleh bangsa asing bahkan bangsanya sendiri.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz