TNI AD Raih Prestasi Terbaik Pada Ajang ASEAN Armies Rifle Meet 2017

AARM) 2017
Kontingen TNI AD berhasil menjadi juara umum dalam ajang lomba tembak antar Angkatan Darat Negara-negara ASEAN (AARM) 2017 [Istimewa]

NEWSWANTARA – Kontingen TNI AD berhasil meraih prestasi terbaik dalam sejarah penyelenggaraan Lomba Tembak antar Angkatan Darat Negara-negara ASEAN atau The ASEAN Armies Rifle Meet (AARM) 2017 yang diselenggarakan di Singapura pada 14 November hingga 23 November 2017 lalu.

Kontingen TNI AD berhasil memecahkan rekor dengan perolehan 9 tropi, 31 emas, 10 perak dan 10 perunggu. Tak heran jika kontingen TNI AD unggul di antara 9 negara lainnya dan menjadi juara umum.

Tak hanya itu, hal lain yang patut menjadi kebanggaan adalah Kontingen Indonesia dalam ajang AARM 2017 tersebut menggunakan senjata dan amunisi buatan anak bangsa (PT Pindad) yang merupakan manifestasi dukungan industri pertahanan dalam negeri terhadap TNI AD dalam ajang tersebut.

Sementara itu, saingan terkuat Indonesia, yakni Tim Angkatan Darat Thailand yang menempati peringkat kedua dengan tiga tropi, 7 emas, 12 perak dan 6 perunggu. Peringkat ketiga ditempati Filipina dengan 1 tropi, 3 emas, 8 perak dan 7 perunggu. Peringkat keempat diduduki tuan rumah Singapura dengan perolehan 2 emas, 9 perak dan 13 perunggu.

Dalam kompetisi tahunan tersebut, 6 prajurit TNI AD berhasil meraih Champion Individual, yaitu Lettu inf Safrin Sihombing (Kopassus) pada kategori Pistol Putra, Praka Zulkarnaen Amirullah (Kodam II/Sriwijaya) pada kategori Karaben, Sertu Woli Hamzan (Kostrad) pada kategori Senapan, Sertu Carlelis Manusama (Kodam XVI/Pattimura) pada kategori Pistol Putri dan Serka Priyanta serta Sertu Hari Mulyono (Kopassus) pada kategori Senapan otomatis/Machine Gun.

Baca Juga

AARM 2017 diikuti oleh 10 negara ASEAN yaitu lndonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Vietnam, Myanmar, Laos, Brunei dan Timor Leste. Kompetisi yang digelar setiap tahun sejak 1991 ini mempertandingkan 5 kategori yaitu Senapan, Karaben, Pistol Putra dan Putri serta Senapan otomatis (machine gun). Tercatat hingga saat ini Indonesia masih menjadi negara yang paling banyak menjadi juara umum yakni sebanyak 12 kali.

Indonesia pertama kali meraih juara umum pada tahun 1992 saat AARM ke dua yang digelar di Indonesia. Pada tahun 2004 saat lomba tersebut kembali digelar di Indonesia, para prajurit TNI AD yang ikut bertanding berhasil memperoleh status juara umum. Status juara umum kembali diaraih ke tangan Indonesia pada tahun 2006 di Thailand.

Pada tahun 2008 sampai tahun 2014, kontingen Indonesia berhasil mempertahankan status juara umum. Tahun 2015 status juara umum berhasil direbut oleh Thailand, yang merupakan penyelenggara AARM 2015. Pada tahun 2016 lalu, dan tahun ini, kontingen Indonesia kembali berhasil merebut status juara umum.

Ajang tersebut merupakan sebuah momen yang cukup strategis untuk menunjukkan kredibilitas dan kapabilitas prajurit TNI AD di kancah internasional. Mengingat lomba ini membawa nama baik Indonesia di kancah internasional, maka selain menjadi ajang interaksi antar sesama prajurit Angkatan Darat Negara-negara ASEAN juga untuk menunjukkan profesionalitas prajurit Indonesia di mata dunia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz