Aplikasi Prediksi Gunung Berapi Berhasil Mencatat Prestasi

aplikasi prediksi gunung berapi
Wakil UNY saat berkompetisi di The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) di Foshan, Cina, akhir november lalu. [Istimewa]

NEWSWANTARA – Berada di daerah yang memiliki gunung berapi teraktif di dunia,
mendorong mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mencipatakan aplikasi prediksi
gunung berapi. Mahasiswa UNY berhasil membuat aplikasi yang dapat berjalan pada
perangkat mobile, dan memberikan parameter untuk suhu udara terhadap bencana erupsi
gunung berapi sebelum terjadinya bencana.

Pengukuran suhu udara dilakukan secara berkala melalui aplikasi yang bertujuan untuk
meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di lereng gunung berapi, peneliti saat melakukan
penelitian di gunung berapi dan pemerintah dalam menentukan langkah evakuasi pada
masyarakat.

Mahasiswa tersebut adalah Debby Agustin (Biologi), Roni Marudut Situmorang (Pendidikan
Geografi), Singgih Bekti Worsito (Pendidikan Teknik Mekatronika), Rifaldy Fajar
(Matematika), Riana Dwi Kurniawati (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia), Prihantini
(Matematika), Kristian Bayu Ardianto (Pendidikan Kepelatihan Olahraga) dan Lailatul
Fitriyah (Pendidikan Biologi).

Penelitian tersebut bahkan berhasil meraih medali emas dan tiga penghargaan khusus dalam ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) baru-baru ini di Foshan, China. Adapun Penghargaan Khusus yang berhasil diraih diantaranya adalah Best Award yang diberikan oleh Women’s Inventors Association “NOVA” Bosnia dan Herzegovina, Gold Award yang diberikan oleh Manila Young Inventos Association, Philippines dan Appreciated Award yang diberikan oleh Indian Innovators Association, India.

Tim UNY yang saat itu diwakili oleh Debby Agustin dan Roni Marudut Situmorang
mempresentasikan karya yang berjudul “Volcansmart : Pre-Disaster Mitigation Volcano
Eruption Android App”. Volcansmart merupakan teknologi untuk memprediksi erupsi
merapi melalui suhu dan tekanan berbasis android.

Debby Agustin menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh inventor dari beberapa negara, di
antaranya Jerman, India, Iran, Iraq, Lebanon, Malaysia, Mozambique, Maroko, Nigeria,
Filiphina, Polandia, Serbia, Sudan, Swedia, Syria, Togo, Uni Emirat Arab (UAE), Uganda,
USA, Vanuatu, Bosnia dan Herzegovina, Perancis, Japang, Singapura dan Korea.

Para peserta terbagi atas beberapa topik yaitu Artificial intelligence, Civil-military
integration, Commercialization of invention achievements as well as the international
technological transfers, Policies for innovations of science and technologies, Youth
innovative education dan Imagination of future science and technology.

Dalam kegiatan kompetisi ini, tim dari UNY menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia dan
menjadi tim termuda (Mahasiswa Program Sarjana). Sementara tim lain didominasi oleh
peserta yang bergelar Master, Doktor dan Professor. Hal ini patut menjadi kebanggan bagi
generasi penerus bangsa untuk tetap optimis dan terus berkarya. (©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar