pict : id.wikipedia.org

NEWSWANTARA – Industri pertahanan atau industri militer dalam negeri merupakan suatu aspek pokok dalam kemajuan suatu negara di dalam teknologi di bidang pertahanan. Indonesia sendiri memiliki beberapa industri yang memproduksi teknologi dan perlengkapan militer dimana kualitas produksinya telah diakui oleh dunia internasional.

Industri pertahanan yang dimiliki Indonesia diataranya adalah PT Pindad yang memproduksi kendaraan tempur darat dan senjata, PT PAL yang memproduksi kapal perang serta PT Dirgantara Indonesia yang memproduksi pesawat terbang untuk perlengkapan militer.

Semakin majunya industri pertahanan yang dimiliki indonesia membuat industri pertahanan dalam negeri ini mampu menciptakan berbagai macam karya-karya baru yang lebih inovatif dalam bidang  pertahanan militer dan tentunya produk tersebut merupakan hasil karya dari anak Bangsa Indonesia

KRI Klewang, kapal cepat rudal berlunas tiga (Trimaran) yang nantinya akan digunakan oleh TNI AL sebagai Littoral Combat Ship (LCS) pertama milik Indonesia yang dilengkapi dengan penjelajah rudal kendali yang dirancang khusus untuk pertempuran atau misi yang bersifat asimetrik.

Tugas utama KRI Klewang ini nantinya adalah melumpuhkan kapal-kapal kecil, penyapuan ranjau, dan peperangan anti kapal selam di wilayah perairan lepas pantai. Kapal cepat rudal trimaran tersebut dibuat oleh PT Lundin Industry Invest yang berbasis di Banyuwangi, Jawa Timur.

KRI Klewang ini akan dipersenjatai dengan misil anti kapal C-705 berdaya jelajah 120 km, juga dipersenjatai dengan meriam otomatis Type 730. Selain itu juga telah dilengkapi sistem Sewaco modern, dan diproyeksikan akan menjadi kekuatan pemukul TNI AL yang handal dan menakutkan di lautan, karena mampu menginduksi panas dan sulit dideteksi oleh radar lawan.

Kapal berjenis trimaran ini merupakan satu-satunya kapal perang di dunia yang diproduksi dari komposit serat karbon yang di klaim lebih ringan daripada konstruksi metal, sehingga tidak menginduksi panas dan lebih kuat daripada baja.

Kapal yang memiliki panjang  60,7 meter serta digerakkan oleh empat unit mesin penggerak pokok ini dibuat dengan keistimewaan dan desain ergonomis serta dirancang sebagai kapal siluman (stealth) canggih yang dapat melaju dengan kecepatan tinggi serta mampu menembus ombak setinggi enam meter sehingga kapal ini mampu beroperasi sepuluh hari secara terus-menerus.

KRI Klewang 625 layak menjadi kebanggaan rakyat Indonesia sebagai salah satu alutsista andalan yang berhasil diproduksi oleh industri pertahanan nasional. Keberhasilan pembangunan kapal perang canggih dan berbahan dasar komposit dengan serat karbon oleh putra putri Indonesia di galangan kapal dalam negeri merupakan sejarah bagi bangsa Indonesia, dan juga merupakan  yang pertama untuk kelas trimaran dalam sejarah industri perkapalan perang di dunia.

Dari spesifikasi tersebut kapal berjenis trimaran produksi PT Lundin ini terlihat lebih menjanjikan dibandingkan kapal produk Perancis yang tipe sejenis. Selain produksi bangsa sendiri, tentunya kapal perang pesanan TNI AL ini akan memajukan produk nasional Indonesia. Saat ini PT Lundin Industry Invest sedang mengembangkan kembali KRI Klewang 2 dengan teknologi yang lebih canggih, karena KRI Klewang 1 mengalami insiden terbakar sebulan setelah peluncurannya yang diduga merupakan tindakan sabotase.

Kapal perang TNI AL, KRI Klewang 625 Produksi PT Lundin, Pict : nasional.tempo.co
Kapal perang TNI AL, KRI Klewang 625 Produksi PT Lundin, Pict : nasional.tempo.co

Kapal perang cepat rudal dan berbentuk trimaran yang pertama ini diharapkan akan memperkuat jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL, sehingga menjadi salah satu kekuatan yang disegani di kawasan regional. Selain itu, juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri militer dalam negeri agar mendapatkan pengakuan di dunia internasional.

Berikan Komentar Anda

3 Komentar Pada "Kecanggihan Teknologi Pertahanan Laut dari Indonesia"

avatar
bukhay
Member

Jalesveva Jayamahe !

Endro 'gendok'
Guest

Jayalah negriku, jayalah TNI ku