Indonesia Bersiap Untuk Bangun Proyek Kapal Selam Kelas Menengah

midget-submarine
Konsep kapal selam kelas menengah (midget-submarine) buatan Indonesia [Navy Recognition]

NEWSWANTARA – Indonesia, telah bersiap untuk melakukan pembuatan satu unit kapal selam kelas menengah (midget-submarine) yang akan dibangun di Batam. Konstruksi pembuatan hull/lambung kapal akan dimulai pada September 2017 dan instalasinya dilaksanakan pada tahun 2018.

Proyek ini diperkirakan akan memakan waktu pembuatan selama tiga tahun dan sedapat mungkin akan menggunakan komponen dari dalam negeri. Proyek kapal selam kelas menengah ini diperkirakan menelan biaya berkisar Rp 200–300 milyar.

Pembuatan kapal selam ini merupakan kerja keroyokan dari Balitbang Kementerian Pertahanan bersama dengan Palindo Marine, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya dan Balai Teknologi Hidrodinamika-BPPT.

Balitbang Kemenhan merupakan pihak yang memprakarsai dan menyiapkan anggaran, Palindo Marine adalah galangan yang akan membuat kapal selam ini. ITS yang membuat detail desain dari konsep kapal selam 22m, UI yang membuat welding procedure dan melakukan tes, sedangkan BPPT yang akan menguji kapal selam ini.

Badan kapal selam akan menggunakan bahan baja HY-80 22mm, ini merupakan jenis high-tensile alloy steel yang biasa digunakan untuk membuat badan (hull) kapal selam. Khusus untuk bahan baja ini akan memakai pruduk dari PT. Krakatau-Posco (joint venture antara PT Krakatau Steel dan Posco Korea).

Kapal selam ini akan dilengkapi dengan baling-baling tunggal berbilah tujuh berjenis high screw propeller, dan juga akan dilengkapi dengan 2 buah thruster sebagai secondary propeller. 1 thruster diletakkan di depan (bawah bodi), dan satu lagi di belakang (atas bodi).

Konsep kapal selam midget 22 meter [IHS/Jane]

Untuk peralatan periskop dan optronics sendiri masih dikaji jenis non-hull penetrating optronics periscopes (periskop yang tidak perlu melubangi bodi). Sementara ini yang dikaji adalah produk buatan Perancis, namun peluang terbuka bila industri dalam negeri sanggup untuk membuatnya.

Desain asli kapal selam ini adalah tanpa persenjataan, namun pihak calon pengguna yang dalam hal ini adalah TNI AL menginginkan kapal selam ini dilengkapi dengan 2 torpedo. Torpedo nantinya akan diletakkan di luar bodi, jenis yang dipilih adalah 2 torpedo ringan. Posisi torpedo di luar bodi adalah umum digunakan untuk desain kapal selam menengah.

Seperti halnya kapal selam tipe diesel elektrik pada umumnya, komponen penggerak kapal selam ini memerlukan generator diesel, elektrik motor dan baterai. Untuk generator diesel dan elektrik motor direncanakan masih import.

Untuk baterai kapal selam ini tidak perlu import, karena pabrikan lokal yaitu PT Garda Persada sanggup untuk memasoknya. Perusahaan ini merupakan perusahaan anak dari PT Nipress Tbk. Perusahaan masih menimbang untuk menggunakan baterai jenis Lithium atau Lead Acid, karena dari sisi teknologi keduanya memungkinkan, hanya tinggal masalah ukuran ruangan yang tersedia.

Kapal dengan panjang 22 m dan lebar 3 m tersebut dirancang untuk mampu menyelam pada kedalaman hingga 150 m, kecepatan maksimal di air sebesar 10 knot, baik saat menyelam atau ketika sedang berada di permukaan air.

Kapal selam midget tersebut memiliki endurance selama 6 hari serta dapat melaksanakan regenerasi udara selama 3 hari tanpa perlu melakukan snorkeling. Bobot kapal selam saat menyelam adalah 127,1 ton.

 

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz