Drone Untuk Pertahanan Negara Hasil Pengembangan dari BPPT

Drone pertahanan negara
Drone pertahanan negara hasil pengembangan BPPT [Dok/BPPT RI]

NEWSWANTARA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) saat ini sedang mengembangkan program drone medium altitude long endurance (MALE) untuk membantu menjaga pertahanan negara. Seluruh proses produksi dari drone tersebut akan dikerjakan oleh putra-putri Indonesia.

Drone atau pesawat tanpa awak ini akan berfungsi sebagai intelligent surveillance reconnaissance (ISR) udara, sehingga memudahkan kerja TNI Angkatan Udara untuk menjaga penyusup udara dari daerah perbatasan Indonesia. Program Drone MALE saat ini sedang digencarkan mengingat berbagai keuntungan yang akan didapatkan oleh Indonesia.

Sumber daya manusia Indonesia saat ini sudah sangat menguasai berbagai hal terkait drone ini, misalnya image processing dari pemotretan udara untuk hal surveillance. Saat ini yang sangat penting untuk dilakukan adalah mengintegrasikan keunggulan-keunggulan yang masih berpencar di universitas, kementerian dan lembaga.

Para ahli dari berbagai instansi tersebut juga akan disinergikan untuk menghasilkan produk drone yang dapat bersaing dengan produk lain di luar negeri. Oleh karena itu, program drone MALE ini BPPT akan menggandeng Kementerian Pertahanan dan TNI AU sebagai pengguna, ITB sebagai mitra perguruan tinggi, PT Dirgantara Indonesia sebagai mitra industri pembuatan pesawat, serta PT LEN Persero yang akan mengembangkan sistem kendali dan muatan.

Dengan kemampuan yang dimiliki anak bangsa saat ini, drone buatan Indonesia ini dapat ditawarkan ke negara-negara lain, mengingat berbagai keunggulan teknologi yang akan dimiliki oleh drone MALE tersebut. Apalagi, pembuatan drone ini akan melibatkan konsorsium dari berbagai lembaga terkait.

Program pengembangan drone MALE saat ini dalam tahap proof of concept (PoC) tahap detail design. Tahun depan, drone MALE akan memasuki tahap manufacturing prototype termasuk pengadaan komponen flight control system, dan memasuki uji terbang pada 2019. Proses kegiatan pada tahun 2018-2019 tersebut rencananya akan dibiayai oleh BPPT dan Kementerian Pertahanan.

Program pengembangan Drone MALE sebenarnya sudah mulai dikembangkan sejak 2015 lalu. Saat itu drone MALE sudah sampai tahap DR&O dan Conceptual Design, kemudian di tahun 2016 memasuki tahap preliminary design.

BPPT berharap drone MALE ini akan segera memasuki tahapan sertifikasi pada 2020-2022. Sehingga, pada 2022 Indonesia akan memiliki drone MALE buatan sendiri yang siap digunakan dan diproduksi dalam jumlah banyak, sesuai dengan kebutuhan Indonesia.


Sumber : Tempo

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz