Pedagang PKL Kawasan Malioboro Akan Libur Sehari Penuh Setiap Selasa Wage

Malioboro
Kawasan Malioboro

NEWSWANTARA – Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang saat ini mulai kurang tertarik untuk berkunjung ke kawasan Malioboro. Alasannya, karena malas melihat kesumpekan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro yang membuka lapak di sana.

Saat ini, usaha penataan sedang dilakukan. Salah satunya dengan program ’Selasa Wage’, yaitu kesepakatan antara Pemerintah Kota Yogyakarta dan kelompok PKL Malioboro, di mana mereka tidak akan berjualan di hari tersebut.

Setiap hari dalam penanggalan Jawa tersebut, kelompok PKL tak akan berjualan. Namun, mereka akan tetap datang untuk melakukan pembersihan dan perawatan fasilitas umum yang ada di kawasan Malioboro.

Dengan adanya program ’Selasa Wage’ tersebut diharapkan dapat membuat kawasan Malioboro kembali rapi dan teratur, sehingga wisatawan akan semakin banyak yang berdatangan.

Program ‘Selasa Wage’ bukanlah untuk mengusir PKL dari kawasan Malioboro. Tujuannya adalah melakukan perbaikan dan pembenahan terhadap Malioboro setiap 35 hari sekali. Jika tidak demikian, maka tidak ada waktu untuk membersihkan atau melakukan perbaikan fasilitas di Malioboro.

Baca Juga : 5 Tempat Seru Untuk Habiskan Malam Tahun Baru di Jogja

Pemerintah Kota Yogyakarta pun juga turut memberikan apresiasi kepada komunitas PKL Malioboro yang mengikhlaskan waktunya untuk menutup usahanya selama satu hari penuh.

Kegiatan ‘Selasa Wage’ juga bisa dimanfaatkan oleh komunitas untuk beraktivitas di Malioboro. Misalnya dengan menggelar kegiatan seni budaya, asalkan tidak bertentangan dengan tujuan awal kegiatan.

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyatakan keberadaan pkl tidak dapat dipisahkan dari Malioboro, sehingga PKL akan tetap diperbolehkan berjualan di sana. Hanya saja, Sri Sultan HB X sepakat jika PKL Malioboro harus ditata agar kondisi kawasan lebih teratur.

Sri Sultan HB X bersama Wali Kota Yogyakarta dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah DIY meninjau langsung program ’Selasa Wage’ perdana yang dimulai pada Selasa, 26/09/2017. Mereka berjalan kaki ke dari Titik 0 Kilometer ke kawasan Malioboro, yang memang terlihat lengang saat dikunjungi.

Kedepannya Pemerintah DIY juga berharap ada pemisahan pedagang berdasarkan barang jualannya. Misalnya ada sisi yang menjual barang basah seperti kuliner dan barang kering seperti cinderamata.

Selain program ’Selasa Wage’, Pemerintah DIY pun sedang menyiapkan lokasi di bekas Bioskop Indra untuk menampung PKL Malioboro. Gedung lama itu akan ditambah bangunan baru sebanyak tiga lantai dan bakal menjadi lokasi baru bagi para PKL Malioboro.