Pengembangan KEK Mandalika Bawa Angin Segar Bagi Pariwisata Lombok

KEK Mandalika
Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika

NEWSWANTARA – Setelah 29 tahun kondisinya terbengkalai, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika yang berada Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu bagian dari 10 destinasi pariwisata prioritas kini telah secara resmi beroperasi sejak 20 Oktober 2017.

Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang mencakup lahan seluas 1.035, 67 hektare saat ini telah difokuskan sebagai kegiatan utama Pariwisata. Pemerintah tengah serius dalam menata pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Hal tersebut ditandai dengan dibangunnya sejumlah infrastruktur dan fasilitas penunjang yang menjadi bagian dari 10 destinasi utama pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 10 destinasi pariwisata prioritas yaitu Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Candi Borobudur (Jawa Tengah) , Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Danau Toba (Sumatera Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Bromo-Tengger- Semeru (Jawa Timur), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Lesung (Banten), Morotai (Maluku Utara) dan Tanjung Kelayang (Belitung).

Baca Juga : Menenun Kain, Tradisi dan Kewajiban Bagi Setiap Perempuan Suku Sasak

Adapun dukungan dari pemerintah yang akan diberikan adalah perpanjangan runway Bandara Internasional Lombok, Revitalisasi Pelabuhan Lembar, serta Penanganan Jaringan air bersih kawasan Kuta dan sekitarnya.

Posisi KEK Mandalika juga terbilang sangat strategis di Pulau Lombok. Berjarak 30 menit
dari  Bandara Internasional Lombok dan terbentang mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Lengkap dengan latar belakang pemandangan bukit menjadi pintu masuk KEK Mandalika.

Pembangunan dan pengembangan KEK Mandalika dilakukan melalui tiga tahap dengan tahap awal yang akan di bangun 10 hotel 200 risedensial. Pembangunan fasilitas penunjang seperti ruang publik, kawasan hijau, rumah sakit, sekolah pariwisata, PLTS, serta air bersih melalui penyulingan air laut akan melengkapi KEK Mandalika.

Dampak multiplier effect akan dirasakan dalam pembangunan KEK madalika. Pertumbuhan ekonomi tersebut antara lain akan menyerap banyak tenaga kerja pada sektor perhotelan, tumbuhnya perputaran barang atas jasa yang akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tumbuhnya industry kreatif di desa-desa penyangga sekitar KEK Mandalika.

KEK Mandalika diproyeksikan akan mempunyai 10 ribu kamar hotel, dan ditargetkan dibangun 2.000 kamar di 2019, serta akan dilengkapi juga dengan sirkuit balap kelas dunia, convention center, dan 7 hotel yang akan direalisasikan pada 2019.

Pengembangan KEK Mandalika merupakan program yang sangat besar dan akan memberikan dampak positif pada masyarakat, yakni semakin banyak terbukanya lapangan kerja dari restoran, homestay, hotel, serta karyawan yang bekerja di kawasan KEK Mandalika.

Dengan beroperasinya KEK Mandalika akan menjadi sebuah momentum yang kuat dalam memastikan langkah pariwisata menjadi leading sector perekonomian nasional serta menjadi langkah awal dari satu program besar dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang kuat serta memberikan efek langsung kepada masyarakat.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz