Kampung Majapahit sebagai Simbol Pelestarian Budaya Oleh Pemkab Mojokerto

Pembangunan rumah dengan desain Majapahit tersebar di tiga desa di Kecamatan Trowulan itu untuk menghidupkan kembali kebudayaan Majapahit di tengah-tengah masyarakat. Selain itu juga untuk menunjang kunjungan wisatawan di Trowulan [Istimewa]

NEWSWANTARA – Pemerintah Kabupaten Mojokerto serius melestarikan kembali kejayaan kerajaan majapahit. Pembangunan Kampung Majapahit di Trowulan, Mojokerto sebuah langkah yang diambil pemda Mojokerto dalam pelestarian budaya peninggalan majapahit. Sebanyak 138 rumah telah direnovasi di 3 kawasan cagar budaya peringkat nasional.

Rumah-rumah dengan arsitektur Majapahit sudah bisa dilihat di sepanjang jalan yang berbahan bata merah jenis press tanpa finishing plester. Berdinding bata merah yang disusun seolah tanpa semen, beratap limas persegi panjang dengan genting wuwung melengkung. Jendela tanpa kaca dengan ventilasi kayu beriris.

Baca juga : pemkab sumbawa barat serius kembangkan sektor pariwisata

Program kampung khas Majapahit akan diperluas ke dua kecamatan lain yakni Kecamatan Pacet dan Trawas. Pembangunan kampung majapahit dilakukan mengingat adanya potensi wisata yang dilihat oleh pemda juga sangat memungkin dengan alam yang begitu asri. Desain gambaran Kampung Majapahit nanti akan diseragamkan mulai dari pagar rumah, gapura dusun dan desa, warung, serta punden.

Memulai proyek ini, banyak masyarakat yang menolak rumah mereka dibangun. Namun, setelah program ini rampung pada tahun pertama, banyak masyarakat yang meminta menjadi sasaran program. Hingga saat ini banyak yang menunggu untuk dibangun. Program Kampung Majapahit menjadi inspirasi Pemkab Mojokerto untuk mengembangkan potensi peninggalan sejarah dan budaya Majapahit.

Tidak hanya berciri khas di bangunannya, tapi juga dilengkapi dengan atraksi budaya yang periodik. Maka, Trowulan akan makin moncer. Tidak saja sebagai kawasan Cagar Budaya yang dilindungi, tapi juga akan menjadi destinasi wisata budaya  andalan Jawa Timur. Tentu saja seiring makin melonjaknya kunjungan wisatawan,  akan mendongkrak geliat ekonomi rakyat di sekitarnya.

Kepada bayang bisa dijadian pedoman yang tidak mungkin menjadi sebuah harapan. Dari yang tidak mungkin menjadi akan menjadi mungkin segala apapun dapat terjadi untuk sebuah harapan yang akan menjadi sebuah pujian. Pada sebuah bicara yang tidak maksd yang akan menjadi sebuah kejadian

Baca juga : pantai wafor dan pantai rani di biak siap menjadi destinasi wisata anyar

Rumah-rumah bergaya Majapahit itu pun layak menjadi semacam homestay bagi para pengunjung, selain digunakan untuk berdagang, rumah tinggal atau art shop. Keseriusana pemerintah daerah Mojokerto dalam melesetarikan peninggalan sejarah majapahit patut diapresiasi.

Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya untuk bisa menghargai serta bisa melestaiakn kebudayaan yang telah di bentuk dimasa lampau. Menjaga adalah tugas bersama bagi generasi agar selalu mengingat sejarah. Kepedulian pekab mojokerto akan kelestaian budaya majapahit diharapkan mampu membawa dampak positif dalam peningkatan kunjungan wisata yang dapat meningkat perekonomian daerah.(hel)