Saatnya Indonesia Kembangkan Energi Listrik Tenaga Surya

Energi Listrik Tenaga Surya
Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di Indonesia yang berada di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) [Istimewa]

NEWSWANTARA – Indonesia memiliki kekayaan alam pasir silika yang menjadi incaran negara-negara maju yang sedang gencar mengembangkan energi listrik tenaga surya (solar energy). Proyek pembangkit listrik 35.000 Mega Watt, sekitar 25% telah bersumber dari energi terbarukan, antara lain menargetkan 6.400 MW untuk energi surya Photovoltaic (PV).

Penyediaan energi listrik alternatif yang siap untuk diterapkan secara masal pada saat ini adalah menggunakan suatu sistem teknologi yang diperkenalkan sebagai Sistem Energi Surya Fotovoltaik (SESF), istilah yang digunakan oleh pemerintah untuk mengidentifikasikan suatu sistem pembangkit energi yang memanfaatkan energi matahari.

Mengutip pernyataan dari Menperin Airlangga Hartanto, saat ini Indonesia masih mengimpor solar panel dan komponennya dari China dan Jepang, sementara Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangannya. Meningkatnya kebutuhan pembangkit listrik seiring dengan pertumbuhan produk elektronik menjadikan hal ini sebagai peluang.

Terkait dengan energi surya, sebagai negara tropis, Indonesia mempunyai potensi energi surya yang cukup besar. Berdasarkan data penyinaran matahari yang dihimpun dari 18 lokasi di Indonesia, radiasi surya di Indonesia dapat diklasifikasikan berturut-turut sebagai berikut : Kawasan Barat Indonesia (KBI) sekitar 4,5 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 10% dan di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sekitar 5,1 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%. Dengan demikian, potensi angin rata-rata Indonesia sekitar 4,8 kWh/m2 /hari dengan variasi bulanan sekitar 9%.

Baca Juga : Bersinergi Membangun Nanoteknologi Nasional

Guna mencapai target pemaksimalan energi surya tersebut, Indonesia perlu memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy. Dengan memiliki industri hulu sendiri di bidang solar energy, maka Indonesia akan dapat meningkatkan daya saing dan kemandiriannya, dalam pemenuhan energi listrik.

Target tersebut tentunya harus didukung dengan kebijakan pemerintah dalam mendukung pengembangan tenaga surya ini. Jika kemudian Indonesia yang memiliki potensi tinggi di bidang teknologi sel surya (solar cell) tidak serius, Indonesia akan jadi pasar potensial dari negara tetangga, seperti Thailand, Korea, dan Jepang, yang giat mengembangkan teknologi ini.

Sejarahnya Indonesia telah mengenal dan mengembangkan solar energy utilization dengan photovoltaic technology sejak tahun 1970 terutama untuk memenuhi kebutuhan listrik didaerah terpencil. Dalam perkembangannya dengan tingginya kebutuhan listrik, teknologi ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik daerah terpencil saja namun merambah pada daerah perkotaan.

Pada 2003, Urban Photovoltaic Technology Program secara resmi diluncurkan oleh Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral. Tujuan daripada program ini yaitu untuk memenuhi kebutuhan listrik rumah kalangan menengah dan atas, real estate, gedung perkantoran dan komersial, hotel dan resort, industri dan lainnya.

Perkembangan bukannya tanpa halangan dan tantangan, seperti tidak ada investasi swasta dalam pengembangan energi listrik tenaga surya, tidak ada insentif untuk mengembangkan industri yang berorientasi pada pemanfaatan energi matahari, pengembangan listrik tenaga surya masih merupakan investasi awal yang tinggi karena tidak dapat bersaing dengan pembangkit listrik konvensional.

Untuk mendorong pengembangan dan penggunaan energi surya, Pemerintah Indonesia telah meluncurkan berbagai program pembangunan. Potensi energi surya di Indonesia berlimpah meskipun sampai saat ini potensi ini belum banyak digunakan. Energi surya harus ditangani dengan serius yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan berkelanjutan. ©nws

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz