Menyikapi Seriusnya Masalah Kemacetan di Perkotaan

Masalah Kemacetan
Kemacetan selalu menjadi sebuah permasalahan serius bagi kota-kota besar di Indonesia [Antara/M Agung Rajasa]

NEWSWANTARA – Masalah Kemacetan terdengar menjadi kata yang begitu membosankan bagi setiap orang, suasana ruwet ditambah dengan sikap pengendara yang tidak sabar membuat kemacetan menjadi sesuatu hal yang harus dihindari.

Kota-kota besar di Indonesia rata-rata telah menjadikan kemacetan sebagai masalah yang lebih serius bahkan sama seriusnya dengan masalah korupsi. Dampak yang ditimbulkan merembet ke berbagai sektor hingga menyebabkan kemacetan sebagai hal yang penting bagi masalah perkotaan.

Jakarta yang menjadi ‘ikon’ kemacetan menjadi potret serius untuk dipikirkan bersama solusinya. Kemacetan di Jakarta telah masuk dalam kategori akut. Dengan predikat kota terpadat di Indonesia, laju pertumbuhan penduduknya mencapai 3,7% per tahun menjadikan ibukota semakin sesak. Tidak hanya Jakarta, kota-kota besar lain kini telah dihantui oleh kemacetan.

Baca Juga:

Banyaknya volume kendaraan yang sudah tidak imbang dengan kapasitas dalam menyokong mobilitas masyarakat menjadi salah satu faktornya. Di tambah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum juga masih kurang.

Kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang masih rendah disebabkan karena transportasi umum belum sepenuhnya memenuhi standar dan masih banyak yang tidak layak digunakan sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan transportasi pribadi.

Kecenderungan masyarakat untuk menggunakan transportasi pribadi inilah yang menyebabkan adanya istilah kemacetan. Kata yang semestinya dapat diatasi dengan inisiatif-inisiatif serta kebijakan tepat dan tentunya diperlukan juga sebuah keberanian.

Perkotaan yang menjadi pusat perputaran ekonomi akan jelas menuai dampak dari adanya masalah kemacetan. Kerugian yang ditimbulkan kemacetan bahkan menjalar, mulai dari waktu, biaya akomodasi hingga berimbas pada kenaikan harga kebutuhan pokok.

Nominal dari kerugian kemacetan mencapai angka triliunan rupiah per tahun. Nilai yang cukup fantastis dari sebuah masalah kemacetan yang membutuhkan penanganan serius. Fakta ini dapat dipahami mengingat saat ini 90% angkutan penumpang maupun barang bertumpu pada jaringan jalan yang ada.

Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menggunakan transportasi umum membutuhkan langkah yang harus direspon sigap oleh pemerintah. Transportasi masal yang tersedia di perkotaan kebanyakan sudah berusia di atas 10 tahun.

Faktor Keamanan dan kenyamanan yang menjadi perhatian serius bagi pengguna Transportasi umum masih belum terjamin sepenuhnya, itulah yang kemudian menjadi alasan untuk memilih kendaraan pribadi. Ketersediaan transportasi umum yang layak menjadi penting bagi pemerintah untuk segera merealisasikannya.

Indonesia tengah mengalami suatu perubahan bersejarah dan menjadi ekonomi perkotaan. Kota- kota di Indonesia tumbuh rata-rata 4,1% per tahun, laju yang lebih cepat dari kota-kota di negara Asia lainnya. Pada tahun 2025, atau kurang dari 10 tahun lagi, diperkirakan 68% penduduk Indonesia adalah warga kota.

Indonesia dapat menerima lebih banyak manfaat dari laju urbanisasi ini. Untuk diketahui, negara-negara lain menikmati pertumbuhan ekonomi lebih tinggi akibat perkembangan kota, berkat bertambahnya pekerjaan formal dan meningkatnya produktivitas.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz