Komitmen Indonesia Dalam Mengurangi Emisi Gas Karbon

pict : blog.rumah.com

NEWSWANTARA – Komitmen Indonesia untuk mengurangi persentasi emisi gas karbon menjadi agenda penting dalam meratifikasi United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) yang diselenggarakan di Paris tahun 2015 mengenai perubahan iklim.

Indonesia, dalam hal ini yang diwakili oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menyatakan kesiapannya untuk meratifikasi Perjanjian Paris Tahun 2015 mengenai perubahan iklim. Pemerintah juga telah mempersiapkan berbagai kebijakan penyesuaian yang akan menjadi pedoman tindakan Indonesia sebagai negara yang meratifikasi perjanjian perubahan iklim.

Salah satu komitmen yang dilakukan Indonesia dalam mengurangi emisi gas karbon nasional hingga 29 persen dalam beberapa sektor antara lain, sektor energi yang melingkupi pembangkit dan transportasi, proses industri, product use and waste, serta land-use change dan forestry (LULUCF).

Komitmen Indonesia tersebut akan dituangkan dalam draf Nationally Determined Contributions (NDCs) selama periode 2020-2030. Ambisi Indonesia untuk meratifikasi didasari pada kesempatan Indonesia untuk menjadi salah satu negara dari 55 negara kunci yang dapat mendorong perjanjian Paris ini berlaku.

Jika Indonesia termasuk dalam 55 negara negara pelopor ini, Indonesia bisa berkontribusi secara konkrit dalam pembentukan kerangka agenda Perjanjian Paris pada tataran global. Secara politik, Indonesia akan memberi gambaran kepada dunia bahwa Indonesia memiliki komitmen tinggi dalam aspek lingkungan.

Komitmen Indonesia dalam Perjanjian Paris ini akan diikat secara hukum melalui rancangan undang-undang tentang perubahan iklim yang rencananya akan disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kapabilitas untuk secara signifikan mengurangi persentase emisi karbon secara nasional.

Hasil penelitian dari Asosiasi Wetland Indonesia (kerja sama peneliti Indonesia dengan Amerika yang didanai NASA) telah membuktikan bahwa, besar emisi karbon nasional Indonesia ternyata lebih rendah dari perkiraan sebelumnya yang berada pada posisi 9 dunia dari negara penyumbang emisi karbon terbesar yaitu China.

Setelah diukur para peneliti tersebut ternyata berada dibawah 20 besar. Hal ini bisa dijadikan momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kredibilitasnya dalam menyelseikan isu perubahan iklim kepada dunia. Dengan kapabilitas yang dimiliki sebagai negara paru-paru dunia, Indonesia diharapkan mampu berkontribusi menjaga ancaman pemanasan global yang kian parah.

Untuk diketahui, Perjanjian Paris atau Covention on Parties 21 (COP21) merupakan sebuah kesepakatan global yang sangat monumental dalam menghadapi isu perubahan iklim. Komitmen negara-negara di dunia dinyatakan melalui intended Nationally Determined Contributins (INDCs) untuk periode 2020-2030 di tambah aksi pra-2020.


Sumber: CNN Indonesia

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz