Aktif, Kreatif dan Produktif Cerminan dari Generasi Muda

Generasi muda selalu penuh dengan kreatifitas dan produktifitas. Sumber: Berdikari Online

NEWSWANTARA – Generasi muda menjadi penggerak dalam penyambung estafet generasi mendatang yang akan menjadi penentu masa depan suatu peradaban. Ditangan generasi mudalah masa depan bangsa Indonesia didengungkan harapan.

Diidentikkan dengan kreatifitas dan aktif, generasi muda menjadi pionir penting bagi masa depan bangsa. Tahun 2022 nanti, Indonesia akan dihadapkan dengan bonus demografi. Angka usia produktif Indonesia akan lebih besar yaitu dari rentang 15-64 tahun .

Usia produktif yang bisa memberi keuntungan bagi Indonesia sendiri khususnya untuk kemajuan bangsa. Angka usia produktif yang harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk potensi yang dimiliki Indonesia saat ini.

Melihat Indonesia dari sudut pandang anak mudanya, potensi yang dimilki tidak bisa dipandang sebelah mata. Anak muda Indonesia mulai eksis pada dunia internasional yang telah diakui kemampuannya. Kemampuan yang merepresentasikan anak muda Indonesia yang dapat menjadi panutan bagi anak muda lainnya untuk terus berkembang.

generasi muda yang lebih dikenal dengan kreatifitasnya, aktif, hingga produktif dalam menghabiskan masa mudanya. Masa muda yang selalu diisi dengan kerja keras dan mimpi untuk diwujudkan.

Ketekunan dan keuletan menjadi semangat penting bagi anak muda, seperti halnya dari apa yang diperlihatkan Rio Harianto dalam mewujudkan mimpinya untuk bisa berkompetisi di ajang FI. Prof. Dr. Khoirul Anwar yang memilki paten pada sistem telekomunikasi 4G, Joy Alexander berhasil masuk nominasi Grammy Awards di usianya ke 12.

Lebih mencengangkan March Boedihardjo mencatatkan diri sebagai mahasiswa termuda di Universitas Baptist Hong Kong (HKBU). March memiliki gelar sarjana sains ilmu matematika sekaligus master filosofi matematika. Sebuah aset bangsa yang patut diapresiasi dan dijaga dari pencapaiannya.

Keberadaan anak muda menjadi dua mata pisau yang memerlukan pengawasan dari generasi terdahulu. Emosi yang masih labil memungkinkan anak muda untuk dipengaruhui hal-hal negatif. Hal yang bisa menghacurkan generasi muda dari pengaruh negatif seperti narkoba, pornografi yang menyebabkan krisis moral hingga mental bagi generasi penerus.

Direktur Remaja dan Perlindungan Hak-Hak Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Pusat (BKKBN) meyebutkan, sebanyak 63 persen remaja Indonesia usia SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual di luar nikah. Terjadi peningkatan kenakalan remaja sebesar 36,33 persen dari data sebelumnya.

Kebebasan dalam mendapatkan informasi di era keterbukaan saat ini menjadi penting untuk bisa disikapi dengan bijak. Dunia yang serba terhubung memudahkan individu untuk berinteraksi satu dengan yang lainnya. Melupakan pandangan negatif dari era yang sedang dijalani sekarang ini, memandang kemudahan akses akan membawa peluang serta harapan baru.

Menyikapi perkembangan jaman yang sangat cepat dibutuhkan respon cepat untuk langkah yang energik. Anak muda memilki semua itu, potensi yang harus disadari sedini mungkin agar bisa memaksimalkan kemampuan yang ada. Memanfaatkan masa muda untuk hal yang positif akan menghasilkan sesuatu yang produktif bukan konsumtif.

Tantangan sudah di depan mata yang tidak mungkin untuk dihindari. Menghadiri adalah sikap pecundang untuk lari dari kenyatan. Diberlakukannya MEA hingga AFTA akan memberi iklim kompetitif bagi Indonesia. Kemampuan anak muda iniah yang akan menjadi penentu padaban mendatang.

Bukan saatnya untuk menyalahkan satu sama lain, bukan waktunya berdiam diri melihat keburukan, karena ini saatnya untuk merangkul semuanya sesuai dengan semboyan bhinneka tunggal ika. Bersatu bukan pilihan melainkan keharusan untuk bersama membangun bangsa sesuai dengan amanat sumpat pemuda.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz