Menolak Lupa Kekayaan Maritim Indonesia

Pict : naikmotor.com

NEWSWANTARA – Peta ekonomi dunia mulai bergeser, transformasi besar sedang terjadi di abad ke-21. Geo-ekonomi dan geo-politik dunia mulai bergerak dari poros Atlantik ke Asia-Pasifik. Momentum kebangkitan ini memberi peluang baru bagi Indonesia dalam menunjang ambisinya sebagai poros maritim dunia.

Menjadi Negara kepulauan terbesar di Dunia dengan potensi yang dimiliki, tidak menutup kemungkinan Indonesia mampu mewujudkanya. Untuk menjadi sebuah negara maritim, infrastrukur antar pulau dan sepanjang pantai di setiap pulau merupakan hal yang harus dibangun dalam pengembangannya.

Jalan antar pulau harus benar-benar dapat direalisasikan untuk mempercepat transportasi antar pulau di Indonesia. Rencana dari tol laut yang digalakan oleh pemerintah menjadi wujud nyata mendukung Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Indonesia terletak di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, dan berada di antara dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Terletak pada posisi silang (world cross position) yaitu antara dua benua dan dua samudra, membuat Indonesia memiliki banyak rekanan dan mitra kerja sama.

Ini dikarenakan dari 70 persen perdagangan dunia berlangsung di antara negara-negara di Asia-Pasifik, dimana perdagangan melalui laut kepulauan Indonesia. Luas luatan Indonesia mencapai 2/3 dari luas keseluruhan Indonesia, potensi yang terkandung di dalamnya belum sepenuhnya teroptimalkan.

Potensi yang belum tergali tersebut diperkirakan mencapai USD 1,2 triliun per tahun. Potensi ekonomi dari laut Indonesia tersebut meliputi berbagai sektor yakni, perikanan tangkap, perikanan budidaya, industri pengolahan hasil perikanan, industri bioteknologi kelautan, pertambangan dan energi, dimana masing-masing sektor mempunyai peluang yang besar. Baru 20 persen yang telah dimanfaatkan, 80 persen sisanya belum terjamah.

Dari 20 persen yang digali oleh pemerintah hanya fokus pada sektor perikanan. Masih banyak sektor lain untuk dioptimalkan yang bisa nantinya dapat berkontribusi mengurangi pengangguran di Indonesia. Selain itu, perairan Indonesia menyimpan 70 persen potensi minyak karena, terdapat kurang lebih 40 cekungan minyak yang berada di perairan Indonesia.

Dengan beragamnya potensi maritim Indonesia, antara lain industri bioteknologi kelautan, perairan dalam (deep ocean water), wisata bahari, energi kelautan, mineral laut, pelayaran, pertahanan, serta industri maritim, sebenarnya dapat memberikan kontribusi besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Indonesia.

Kebijakan strategis yang diambil pemerintah dalam visi menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia harus didukung. Kompleksitas permasalahan serta banyaknya segi yang harus ditangani dalam pembangunan berbasis maritim menuntut kebijakan lintas sektoral yang efektif.

Untuk itu, semua stakeholder maritim harus bisa bersinergi untuk mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia. Menunjang perdagangan di Indonesia dan menambah sumber devisa negara karena berada dalam jalur lalu lintas perdagangan dan pelayaran yang cukup ramai.

Untuk mewujudkan visi tersebut dibutuhkan pembangunan berbasis inovasi yang inklusif, ramah lingkungan, sinergi pendekatan kesejahteraan serta mengembangkan kerjasama regional dan internasional yang saling menguntungkan.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz