BMKG Launching Sistem Prakiraan Cuaca Ocean Forecast System (OFS)

BMKG
[Setkab.go.id]

NEWSWANTARA – Sebagai negara maritim dengan dua per tiga luas wilayah Indonesia merupakan lautan, informasi cuaca laut sangat dibutuhkan oleh Indonesia. Layanan informasi ini dibutuhkan oleh berbagai sektor untuk mendukung beragam aktivitas di laut.

BMKG yang bertanggung jawab dalam hal ini, sejak tahun 2016 mulai mengembangkan produk informasi maritim Ocean Forecast System (OFS) sebagai wujud dalam upaya menjawab kebutuhan masyarakat.

Layanan informasi produk OFS ini merupakan bagian dari Meteorology Early Warning System (MEWS) yang menjadi satu kesatuan produk informasi prakiraan cuaca BMKG. Ini akan membantu dalam menunjang sektor transportasi, pertambangan, perikanan, SAR, konservasi (kesehatan terumbu karang) hingga mendukung kebutuhan riset di Indonesia.

Tidak hanya informasi prakiraan gelombang, melalui OFS masyarakat dapat memperoleh informasi arus, suhu, salinitas per lapisan kedalaman dan informasi trajectory yang dapat dimanfaatkan untuk monitoring tumpahan minyak di laut serta mendukung operasional SAR.

OFS merupakan salah satu inovasi sistem prakiraan maritim BMKG yang tersedia selama 24 jam dan memberikan informasi cuaca laut hingga tujuh hari ke depan. Demi memenuhi kebutuhan masyarakat, produk informasi ini di-update dua kali per hari.

BMKG merupakan institusi yang berkelas dunia karena memiliki teknologi yang canggih utnuk melakukan pengamatan dan penyampaian informasi peringatan dini cuaca, iklim dan tsunami.

BMKG pun dinilai sangat bergengsi karena memiliki Sekolah yang dinamakan STMKG (sekolah Timggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) yang mahasiswanya berasal dari luar negeri, seperti Timor-Timor, Papua Nugini, Singapura,Malaysia, dan Brunei.

Teknologi pengamatan cuaca dan iklim tersebut sangat bermanfaat bagi pemerintah untuk pengambilan keputusan saat kondisi cuaca dan iklim yang berpengaruh pada masa tanam, panen, dan saat adanya fenomena el-nino dan la-nina yang mempengaruhi berbagai sektor.

BMKG memiliki kecanggihan yang luar biasa karena dapat memberikan peringatan dini tsunami, 5 menit setelah terjadi gempa serta mampu melakukan pendeteksian uji coba ledakan nuklir, seperti yang terjadi di Korea Utara tahun lalu.

BMKG juga ingin mengembangkan software-software dalam negeri yang bisa dikerjasamakan dengan Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, atau Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jadi nantinya bangsa Indonesia bisa menyediakan teknologi tinggi untuk kepentingan sendiri, tanpa bergantung pada bantuan dari luar.

Untuk OFS yang baru saja dilaunching, Luhut B. Pandjaitan selaku Menko Kemaritiman merasa kagum karena melalui OFS yang merupakan salah satu inovasi sistem prakiraan maritim yang tersedia dapat memberikan informasi cuaca laut hingga 7 (tujuh) hari ke depan.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz