Giri Suseno Hadihardjono Ilmuwan Indonesia Dalam Proyek NASA

Giri Suseno Hadihardjono
Giri Suseno Hadihardjono [Tempo/Hermansyah]

NEWSWANTARA – Sejak era 1960-an Indonesia telah memiliki ilmuwan-ilmuwan hebat yang kemampuannya telah diakui oleh dunia internasional. Bahkan salah satu putra terbaik bangsa pernah bergabung dalam sebuah proyek NASA (National Aeronautics and Space Administration, Dialah Dr. Ir. H. Giri Suseno Hadihardjono.

Nama Giri Suseno Hadihardjono sudah tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Salah satu ilmuwan terbaik Indonesia ini pernah menjabat sebagai Menteri Perhubungan pada Kabinet Pembangunan VII (1998- 1998), Menteri Perhubungan Kabinet Reformasi (21 Mei 1998-26 Oktober 1999), dan Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Kabinet Reformasi (1999).

Giri Suseno Hadihardjono, putra terbaik bangsa kelahiran Solo, 5 Januari 1941 ini mengawali karirnya sebagai Kepala Dinas Teknik Direktorat Lalu Lintas Jalan Raya (DLLAJR), Departemen Perhubungan sejak 1973 hingga 1976.

Ia adalah pencetus konsep transportasi umum Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang dikembangkannya pada awal tahun 1980-an. Giri juga pernah mencetuskan ide “sabuk Nusantara”. yakni sistem yang menghubungkan antara jalan darat dan jalur feri dari Aceh sampai Los Palos. Kini Los Palos telah menjadi bagian dari Timor Leste.

Baca Juga

Setelah lulus dari jurusan teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB), pada Juni 1964 Giri bersama 23 orang dari ITB dan IPB mendapat beasiswa S2 ke Amerika Serikat melalui program USAID (United States Agency for International Development).

Giri dan beberapa orang ditempatkan di University of Kentucky di Lexington. Setahun kemudian, dia pindah ke University of Michigan di Ann Arbor. Sambil kuliah, dia bekerja dengan pembimbingnya, Prof. Charles Lipson.

Dalam biografinya, “Bermula dari Nol, Banda Aceh sampai Los Palos” ketika ia sedang melanjutkan studinya di Amerika Giri terlibat langsung untuk mengerjakan proyek dari Badan Luar Angkasa Amerika Serikat (NASA) untuk meneliti sifat-sifat kelelahan (fatigue properties) pada material.

Giri bertugas melakukan analisis terhadap kemampuan material dalam menerima beban berulang seperti yang terjadi bila material itu menerima getaran hingga material itu patah.  Material hasil penelitiannya tersebut digunakan dalam pesawat ruang angkasa Apollo Space Craft.

Giri membantu pembimbingnya, Prof. Charles Lipson sampai lulus S2 dengan gelar MSME (Master of Science in Engineering-Mechanical Engineering) pada Juli 1966. Ketika Soeharto naik tahta sebagai presiden, almamater memanggilnya pulang. Peran Giri Suseno Hadihardjono sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa ini.

Ketika ia hendak kembali ke Indonesia, Lipson berusaha menahannya dengan menawarkan dua tempat kerja: laboratorium University of Michigan yang dipimpinannya atau Stress Analytic Laboratory milik Ford Motor Company.

Giri menolak meski ditawari gaji sangat besar, US$9.000 per tahun. Lipson tetap mendesak bahkan meminta tunangan Giri menyusul ke Amerika Serikat. Dia akan menanggung biaya perjalanannya. Dia juga menyarankan agar Giri menikah di Amerika Serikat. Namun, Giri tetap menolak. Ketika Lipson bertanya berapa gajinya, Giri menjawab sekitar US$70 per bulan.

Lipson pernah menganggap bahwa Giri benar-benar gila. Ditawari gaji yang jauh lebih besar malah ia tidak mau, malah ingin hidup di Indonesia dengan gaji yang sangat kecil. Profesor Lipson berkata, ‘Either you are dumb or crazy’ (entah Anda bodoh atau gila).

Giri Suseno Hadihardjono wafat di Jakarta, 27 Juni 2012 pada usia 71 tahun akibat metastase kanker prostat yang telah berkembang masuk ke tulang dan paru-parunya. Ia meninggalkan seorang isteri dan tiga orang anak.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz