Keong Sawah, Sumber Pangan Alternatif Yang Kaya Akan Protein

Keong sawah
Keong sawah atau tutut termasuk hama padi yang dapat dijadikan sumber pangan alternatif yang kaya akan protein [Istimewa]

NEWSWANTARA – Tutut atau yang biasa dikenal dengan keong sawah bukanlah makanan baru di negeri ini. Beberapa daerah di Indonesia justru kerap menyajikan tutut sebagai camilan atau lauk.

Keong sawah merupakan hewan pemakan tumbuhan (herbivora). Karena tinggal di area dengan lahan persawahan yang luas dan air yang banyak, keong sawah pun akan menyantap tumbuhan yang ada di sekitarnya. Sebelum dikenal sebagai makanan, keong sawah termasuk hama padi di sawah yang penuh air dan ‘merajalela’ menjelang padi mulai tumbuh.

Perkembangbiakan keong sawah yang sangat cepat, seringkali membuat para petani menjadi kelabakan untuk mengatasi hama satu ini. Berbagai cara pun dilakukan misalnya dengan melepas bebek di area sawah (sebagai musuh alami keong), memungut satu-satu, hingga penggunaan pestisida.

Tak cuma itu, memanfaatkan keong sawah sebagai bahan pangan juga dilakukan untuk membantu mengurangi populasi hama keong sawah yang terus membludak saat masa padi mulai tumbuh.

Namun bagi sebagian orang mungkin akan merasa jijik untuk menyantap daging keong sawah yang terlihat berlendir. Selain itu, bentuknya yang ‘kurang menyakinkan’ untuk disantap juga membuat beberapa orang enggan menyantapnya.

Padahal sebenarnya, daging keong sawah atau tutut memiliki protein yang cukup tinggi. Selain itu, dagingnya memiliki rasa manis seperti kerang. Sedangkan teksturnya yang kenyal dan berserat seperti jamur.

Mengutip Persatuan Ahli Gizi Indonesia dalam buku Tabel Komposisi Pangan Indonesia (2009), keong sawah mengandung 12 gram protein, lemak 1 gram, energi 64 kkal, air 81 gram, karbohidrat 2 gram, dan kalsium 217 miligram.

Semua nilai gizi tersebut bisa didapatkan dalam 100 gram keong. Sebagai perbandingan, satu ekor keong sawah dewasa memiliki berat daging antara 4-5 gram. Selain rasanya yang cukup lezat, kandungan gizi yang tinggi dari keong sawah ini juga diklaim bisa dipakai sebagai alternatif sumber protein di masa depan.

Selain itu, keong juga jadi bahan pangan alternatif pilihan masyarakat karena mudah didapat, murah, dan enak. Tak dipungkiri, hal inilah yang membuat masakan Perancis dan Eropa lainnya yang berbahan dasar keong menjadi terasa lezat.

Halaman Selanjutnya →

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz