Gelamai, Kuliner Tradisional Yang Harus Dipertahankan

Pict : kebayaeliza.com

NEWSWANTARA – Kuliner khas yang satu ini proses pembuatannya membutuhkan waktu seharian, cukup menguras tenaga dengan proses yang masih tradisional. Bentuknya menyerupai dodol seperti di daerah-daerah lainnya.

Bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya yaitu santan, tepung dan gula merah. Gula merahnya pun harus dari gula aren, bertujuan untuk menjaga cita rasanya. Gelamai merupakan salah satu makanan tradisional khas Sumatera Barat.

Proses pengadukannya membutuhkan waktu hingga 8 jam, hal ini dilakukan agar adonan matang secara merata dan tidak pecah. Setelah mulai mengeras dan mulai berubah warna menjadi abu-abu kecoklatan, itu pertanda semakin keras. Ada suatu waktu yang ditunggu tunggu orang disekitar tungku, yaitu proses polang.

Polang ini semacam tester, mencicipi gelamai untuk memastikan tingkat kematangannya. Cara makannya pun unik, diambil dengan jari sedikti kemudian dijilat. Proses itu Cuma sebentar, setelah itu adonan akan mengeras dan kembali di aduk.

Adonan yang mulai mengeras membuat ‘tukang aduk’ memerlukan tenaga lebih untuk mengaduknya. Dibutuhkan sekitar lima orang untuk mengaduk adonan hingga merata. Belum lagi disamping adonan yang keras, juga disulitkan dengan panasnya api tungku dan asapnya membuat pedih di mata.

Tidak sia-sia, ‘tukang aduk’ mulai melihat minyak kelapa setelah menunggu beberapa jam. Minyak kelapa kembali menyulitkan untuk diaduk dikarenakan minyaknya yang panas. Mengaduknya pun harus hati-hati hingga minyaknya pun dikumpulkan.

Menariknya, tukang aduk akan berhenti ketika pemiliknya munyuruhnya untuk berhenti ketika mulai melihatnya kewalahan dan sudah kelelahan untuk terus mengaduk. Kemudian dilanjutkan dengan proses pelepasan kerak di kuali hingga diteruskan dengan pemindahan keluar kuali.

Setelah dikeluarkan dari kuali, giliran ibu-ibu bertugas untuk memasukkan dalam kibang (wadah seperti bakul kecil). Setelah proses panjang, kini gelamai tersaji dalam kibang. Tarik menarik galamai agar bisa masuk ke dalam kibang pun terjadi.

Gelamai dengan rasanya yang khas pun kini bisa dicicipi, Gelamai seperti ini sulit kita temukan di tempat lain, ada juga gelamai yang dijual dalam plastik, namun itu hanya tahan dalam seminggu, dan rasanya pun kurang nikmat.

Gelamai merupakan makanan khas dari Sumatera Barat, dan di setiap daerah di Sumatera Barat memiliki ciri yang berbeda pula. Orang akan tau darimana asal gelamai ini dengan mencobanya, dari Payakumbuh, dari Solok, dari Pasaman, dari Padang Pariaman, kini ada yang dari Muaro Paiti.

Umumnya masyarakat lebih suka membeli daripada harus membuat sendiri. Kue yang biasanya disajikan pada saat lebaran tiba. Tidak lengkap rasanya tanpa menyajikan gelamai pada saat momen lebaran.

Proses pembuatan gelamai merupakan suatu proses tradisional yang masih tetap menjaga kearifan lokal. Kerja sama yang diperlihatkan masyarakat Sumatera Barat dalam pembuatan gelamai perlu dicontoh. Berusaha menyajikan makanan terbaik pada momen yang ditunggu umat muslim.

Proses pembuatan yang masih tradisional menjadi pembeda untuk rasa yang khas. Dengan rasa yang khas gelamai tidak hanya sekedar pelengkap moment lebaran, melainkan makanan khas yang harus dipertahankan dari produk jaman sekarang.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz