Sub Sektor Perkebunan Yang Potensial Di Lirik

biji jambu mente yang telah dipisahkan dengan buahnya [pict. republika.co.id]

NEWSWANTARA – Sektor perkebunan di Indonesia yang memiliki potensi besar  lainnya adalah jambu mente. Di dukung dengan ketersedian lahan serta iklim yang menunjang menjadikan jambu mente berperan dalam menyumbang devisa negara. Indonesia termasuk dalam produsen terbesar di dunia dari sekian banyak negara produsen seperti Brasil, Kenya, dan India yang merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia.

Meningkatnya pertumbuhan konsumsi dunia terhadap mete menjadi salah satu peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan produksi mente. Mente gelondongan Indonesia diterima baik di berbagai pasaran dunia karena memiliki kualitas yang sudah terbukti, walaupun tingkat produksinya berada diposisi kelima setelah Negara India, Vietnam, Brazil dan Afrika Timur.

Hal Ini dapat dilihat sebagai peluang bagi petani mente di Indonesia untuk meningkatkan produksi metenya, sebab pasaran internasional sudah melihat kualitas dan kuantitas produk dari Indonesia. Selain itu, masa panen mente di Indonesia berada disaat yang tepat yakni saat negara penghasil lainnya telah melewati masa panen serta dekat dengan negara pengolah.

Baca jugamembangkitkan kembali kepopuleran buah pala

Saat ini, pengelolahan atau pengupasan kulit luar dan kulit ari mente gelondongan masih dilakukan dengan peralatan sederhana. Untuk meningkatkan harga jual, dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai serta SDM yang handal. Sehingga nantinya Indonesia bukan hanya sebagai negara pengekspor akan tetapi juga bisa menjadi negara eksportir seperti India dan Vietnam yang saat ini menjadai negara terbesar eksportir mete di pasaran internasional.

Selama ini jambu mente sebagian besar diambil oleh importir India dalam bentuk gelondong yang kemudian diolah di India, baik berupa biji mente kupas maupun kulit atau cangkang mente. petani jambu mete harusnya  bisa mengekspor biji mete tanpa kulit bijinya, selain karena biji mete kupas harganya lebih bagus, kulit biji jambu mete ternyata bisa menjadi pengganti bahan baku perekat kayu dan furniture.

Perekat yang dipakai saat ini masih memanfaatkan minyak bumi yang kian hari makin menyusut. Untuk menekan angka kemiskinan di Indonesia, sebaiknya hasil mete tidak lagi diekspor dalam bentuk gelondongan tetapi sudah dalam bentuk paket yang siap dipasarkan.

Nabati yang mengandung Fenol Formaldehid cukup bermutu jadi bahan baku perekat kayu dan furnitur, namun percobaan yang telah dilakukan masih harus dicampur dengan 60 persen minyak bumi. Saya ingin membuatnya jadi 100 persen minyak kulit biji jambu mente tanpa campuran minyak fosil. Fenol Formaldehid itu sendiri sejauh risetnya hanya ada pada minyak kulit biji mete, tak ada di minyak kelapa atau di minyak biji jarak.

Sub sektor pertanian ini diharapkan mampu menyediakan lapangan kerja, menyediakan bahan baku bagi industri hasil pertanian dan meningkatkan perolehan devisa negara dengan jalan meningkatkan volume dan nilai ekspor hasil pertanian. Sebagai negara pengekspor furniture utama dunia yang butuh bahan perekat melimpah, minyak nabati yang terbarukan lebih baik daripada minyak fosil yang suatu saat akan habis.