Prospek Sawit Indonesia

Pict : frontroll.com

NEWSWANTARA- Dilewati oleh garis khatulistiwa membawa keuntungan bagi Indonesia. Alam Indonesia dikaruniahi tanah yang subur sehingga banyak tumbuhan bisa tumbuh. Salah satunya dari banyak tumbuhan itu adalah sawit. Sawit merupakan komoditas utama di Indonesia, saat ini Indonesia mendomasi pasar sawit di dunia dengan produksi mencapai 31 juta ton per tahunnya.

Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) yang mempunyai banyak manfaat membuat banyak pihak berkeinginan meraup keuntungan dari hasil olahan ini. Minyak sawit mentah banyak digunakan sebagai bahan baku minyak makanan, margarin, sabun, kosmetik, industri baja, kawat, radio, kulit dan industri farmasi. Memilki banyak turunan membuat sawit menjadi komoditas tanaman perkebunan khas Indonesia yang mempunyai nilai produksi tinggi.

Persebaran perkebunan sawit di Indonesia dapat dilihat dari Sumatera hingga Sulawesi. Dari sejumlah daerah penghasil sawit, Provinsi Riau adalah salah satu yang terbesar. Jadi tidak heran jikalau Riau sering terdampak kabut asap tebal hingga pada kondisi akut dikarenakan pembukaan lahan sawit masih menggunakan cara membakar lahan. Meski image ‘kebakaran’ melekat pada Provinsi Riau, hal ini tidak menurunkan produksi CPO.

Indoensia saat ini masih menjadi eksportir terbesar minyak sawit dunia. Data dari situs indexmundi.com menunjukan bahwa volume eskpor minyak sawit Indonesia mencapai 25,75 juta ton. Untuk posisi kedua ditempati oleh Malaysia dengan volume ekspor mencapai 580 ribu ton. Selajutnya disusul oleh Benin (negara di benua Afrika) dengan ekspor mencapai 580 ribu ton.

Luas lahan sawit yang dimiliki Indonesia saat mencapai 11 juta hektar dengan produksi mencapai 35 juta ton. Sebagai eksportir minyak mintah sawit di dunia, devisa negara yang terkumpul dari CPO ini mencapai Rp 13,5 triliun. Dilihat dari prospek Industri sawit yang demikian besar, setidaknya negara dapat menekan tingkat pengangguran akibat sulitnya lapangan pekerjaan.

Pemerintah dalam hal ini telah berusaha meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran bangsa yang bersumber dari kelapa sawit dengan arah pengembangan, menempatkan komoditas itu sebagai unggulan nasional melalui pengembangan industri serta produk samping secara industrial.

Untuk mewujudkan visi 2020 dalam hal percepatan percepatan pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan, dan rehabilitasi tanaman perkebunan, maka dibutuhkan revitalisasi perkebunan dan peningkatan kualitas petani  gunu untuk mensinergikan pihak yang berkecimpung dalam industri sawit. 

sumber :

databoks.katadata.co.id

www.kemenperin.go.id

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz