Potensi Indonesia Menjadi Produsen Dan Eksportir Buah Terbesar di Dunia

[Solopos/Burhan Aris Nugraha]

NEWSWANTARA – Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang sangat melimpah. Di tanah negeri ini tumbuh subur berbagai macam buah-buahan dan sayuran. Tumbuh silih berganti dan buahnya bisa dipanen sepanjang tahun. Bukan hal yang tidak mungkin jika nantinya Indonesia menjadi produsen dan eksportir buah terbesar di dunia

Rasa buah lokal yang lebih enak dan beraneka ragam ketimbang buah impor, hal tersebut dikarenakan buah dalam negeri memiliki keberagaman varietas, secara kualitas dan kuantitas, sejatinya mampu memenuhi kebutuhan pasokan buah dalam negeri dan mancanegara (untuk kebutuhan ekspor).

Merujuk data Food and Agriculture Organization (FAO) 2014, Indonesia masuk kedalam peringkat 20 besar negara eksportir buah di dunia. Dalam konteks Revolusi Oranye yang digagas Kementerian BUMN sejak 2013.

Indonesia bisa memenuhi kebutuhan konsumsi buah nasional secara mandiri dan tidak bergantung pada impor. Proyeksi dari Kementerian BUMN, Indonesia bisa jadi produsen dan eksportir buah terbesar di dunia (Target Asia Tenggara pada 2025 dan dunia 2045).

Hal senada juga diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo dalam sambutannya di pembukaan Fruit Indonesia 2016, seperti yang dilansir pada halaman Kontan, bukanlah mustahil Indonesia menjadi negara pengekspor buah utama dan terbesar di dunia.

Baca Juga: 

Setiap daerah di Indonesia sudah memiliki produk buah unggulan dan ditanam dalam skala lahan yang cukup luas. “Sudah bukan zamannya lagi berpikir jualan buah dari kampung ke kampung atau pasar ke pasar, tapi menjual buah ke negara-negara lain,” kata Presiden Joko Widodo.

Jalan untuk menuju ke arah itu semakin terbuka, ketika beberapa buah unggulan asli Indonesia telah diakui dunia. Meliputi 12 varietas, yaitu jeruk keprok bali, durian, mangga, manggis, avokad, nanas, rambutan, salak, pisang, pepaya, melon, dan semangka.

Berdasarkan data Kemtan, total produksi buah lokal pada 2014 mencapai 19,80 juta ton atau naik 8,30% ketimbang tahun sebelumnya yang hanya 18,28 juta ton. Untuk produksi jeruk saja tercatat 1,999 juta ton, salak 1,036 juta ton, pisang 1,008 juta ton, dan mangga 2,464 juta ton.

Indonesia memang kaya dengan beragam buah tropis, sehingga berpotensi sebagai negara pemasok utama pasar ekspor. Cuma, pengembangan perkebunan buah di Indonesia masih terbatas. Hingga sampai detik ini volume impor buah terus meningkat. Ini menjadi pil pahit bagi petani. BPS mencatat impor buah pada 2010 masih US$ 685 juta, kemudian pada 2014 mencapai US$ 804 juta atau naik 17%.

Impor buah menjadi bengkak karena volumenya naik sekitar 3% dari 692.000 ton menjadi 711.000 ton. Sedangkan ekspor buah 2014 hanya US$ 210 juta. Walaupun volumenya tebilang lumayan besar, total impor buah Indonesia jika dibandingkan dengan total volume produksi buah nasional masih dikategorikan relatif kecil.

Sudah seharusnya pemerintah harus mengambil langkah strategis untuk terus menggenjot produksi buah lokal. Salah satu caranya adalah dengan membentuk tata ruang wilayah pertanian. Dengan begitu, petani akan terdorong untuk menanam buah. Menjadi eksportir buah terbesar di dunia bukanlah sebuah mimpi belaka.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz