Obsesi Padang Mengatas Menjadi Peternakan Terbesar di Asia

Padang Mengatas
Lahan Padang Mengatas yang sangat cocok untuk pengembangan peternakan [Dok : BPTU Padang Mengatas]

NEWSWANTARA – Kesuburan tanah di Indonesia menjadi sangat penting bagi sebuah produk yang dihasilkan dari peternakan. Kesuburan tanah ini menentukan suatu keberlangsungan hidup hewan ternak dalam proses tumbuh kembangnya.

Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas salah satunya. Keindahan Peternakan Padang Mengatas yang terletak di Kecamatan Luwak, Kabupaten limapuluh Kota, Sumatera Barat ini menyimpan berbagai pemandangan yang cukup spektakuler.

Padang Mengatas memiliki potensi ternak lokal yang cukup potensial. Area peternakan seluas 280 Hektare dengan hamparan luas berbalut rumput hijau. Di atasnya, terdapat ratusan bahkan ribuan ekor sapi berwarna coklat belang putih yang jumlahnya sekitar 1.250 ekor dengan tiga jenis, yakni simental, limosin dan sapi pesisir (sapi lokal).

Fasilitas peternakan ini merupakan warisan pendudukan Belanda di Indonesia yang sempat menjadi area peternakan terbesar se-Asia Tenggara. Fasilitas ini pertama kali didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1916.

Saat itu hewan yang diternakkan adalah kuda. Baru pada tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembang biakan. Perjalanan peternakan ini tidak begitu mulus, bakan berkali-kali hancur, dan berkali-kali pula nyaris ‘mati’.

Baca juga :

Kementerian Pertanian telah menargetkan  mengembangkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) sebanyak 210 sentra. Pemerintah menargetkan program pembentukan 1.000 SPR sebagai upaya untuk memenuhi swasembada daging sapi hingga hasil produknya.

Hal Pertama yang dilakukan yaitu pemeliharaan daerah sentra sapi yang dilaksanakan secara intensif di Jawa, Bali, dan Lampung dengan populasi betina sebanyak 3,3 juta. Kedua, daerah sentra peternakan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di Sulawesi Selatan, Sumatera, dan Kalimantan dengan potensi populasi betina sebanyak 1,9 juta ekor.

Ketiga, daerah pemeliharaan ekstensif dengan total populasi betina sebanyak 700.000 ekor yang tersebar di provinsi NTT, NTB, Papua, Maluku, Sulawesi, NAD dan Kaltara. Balai Pembibitan Ternak Unggul Hijauan Pakan Ternak Padang Mengatas memiliki peluang untuk bisa menjadi peternakan terbesar di Indonesia.

Memiliki padang rumput yang luas menjadi suatu potensi yang cocok untuk digunakan sebagai peternakan. Terletak di perbukitan, lokasi Padang Mengatas sering dijuluki sebagai New Zealand versi Indonesia. Selain itu pemandangan yang dimiliki sangat indah. Potensi alam yang disediakan Padang Mengatas menunggu untuk dioptimalkan. (©nws)

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz