Indramayu Lumbung Padi Jawa Barat

kompas.com

NEWSWANTARA – Sebagai provinsi terpadat di Indonesia, Jawa Barat memiliki penduduk mencapai 46,3 juta jiwa. Secara umum, Jawa Barat merupakan satu diantara daerah penghasil beras tertinggi sebesar 11,3 juta ton per tahunnya. Untuk kontribusi terbesar dari beberapa daerah yang ada di Jawa Barat, Indramayu satu diantara daerah menyumbang besar tertinggi sebesar 1,7 juta ton.

Indramayu memang mempunyai letak geografis yang strategis, lokasinya yang mudah diakses menjadi salah satu alasan sebagai daerah pemasok besar tertinggi disampaing luas lahan yang dimiliki. Letaknya tepat dijalur pantura (pantai utara) yang menjadi akses langsung distribusi Pulau Jawa memberi kemudahan bagi distributor memilih Indramayu.

Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) mencatat ada 10 provinsi penghasil beras tertinggi di Indonesia. Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, NTB , DKI Jakarta dan Banten, Lampung, Sumatra Selatan, DI Yogyakarta dan DI Aceh.

Luas wilayah Indramayu yang tercatat seluas 204.011 Ha terdiri atas 110.877 Ha tanah sawah dengan irigasi teknis sebesar 72.591 Ha, 11.868 Ha setengah teknis 4.365 Ha irigasi sederhana PU dan 3.129 Ha irigasi non PU sedang 18.275 Ha diantaranya adalah sawah tadah hujan.

Luas lahan pertanian yang dimilki Indramayu mencapai 54,35% dari luas wilayah. Memilki luas lahan yang besar akan memungkinkan untuk lebih bisa memaksimalkan produktifitas padinya. Terlebih setelah diresmikan Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang yang artinya akan mampu memenuhi air petani Indramayu.

Setelah Waduk Jatigede berfungsi sehingga airnya dapat diandalkan mengairi sawah, terlebih bagi petani pemilik sawah tadah hujan di sejumlah kecamatan di wilayah Barat. Seperti Kabupaten Indramayu yang dapat merasakan langsung dampaknya dalam meningkatkan dari sawah tadah hujan menjadi sawah teknis agar bisa produktif lagi.

Beroperasinya Waduk Jatigede dengan debit airnya yang melimpah diharapkan dapat dimaksimalkan pertanian yang ada di Jawa Barat teapatnya di 7 kecamatan (Kecamatan Terisi, Gabus Wetan, Losarang, Kandanghaur, Kroya, Gantar, Kecamatan Haurgeulis) yang masih menggunakan sawah tadah menjadi sawah taktis.

Sawah tadah hujan merupakan sistem pengairan yang masih bergantung pada musim hujan, adanya waduk Jatigede ini dapat membantu petani untuk memenuhi pengairan hingga nantinya dapat dipanen 2 sampai 3 kali setahun. Tujuannya supaya sawah tadah hujan itu berubah menjadi sawah teknis untuk meningkatkan prduktivitas petani. Khusus petani Indramayu agar bisa memaksimalkan apa yang telah diberikan pemerintah dan alam.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz