Indonesia Sebagai Salah Satu Negara Pemasok Mutiara Laut Terbaik di Dunia

NEWSWANTARA – Indonesia tercatat sebagai negara pemasok mutiara laut selatan (South Sea Pearl). Estimasi produk lokal berhasil menembus 5.400 kg yang artinya hampir 43 persen dari total estimasi produksi global sebesar 12,700 kg. Sebagai salah satu pemasok terbesar 43 persen produksi dunia, Indonesia menempati posisi ke 9 dunia.

Posisi ini menempatkan Indonesia di bawah Hongkong, China, Jepang, Austalia, Tahiti, USA, Swiss da Inggris. Nilai ekspornya mutiara Indonesia mencapai angka US$ 29,4 juta atau 2,07% dari total nilai ekspor mutiara di dunia yang mencapai US$1,4 miliar. Untuk negara tujuan ekspor Indonesia meliputi Jepang, Hongkong, Australia, Australia, Korea Selatan, Thailand, Swiss, India, Selandia Baru dan Prancis.

Khusus di Indonesia, daerah penghasil mutiara South Sea Pearl adalah Papua Barat (Raja Ampat), NTB (Lombok/Sumbawa), Bali (Buleleng, Karang Asem, Negara), NTT (Labuan Bajo, Maumere, Laruntuka, Alor, Kupang), Maluku Selatan (Aru, Seram, Banda, Tual, Tanimbar), Maluku Utara (Halmahera), Sulawesi (Manado, Bitung), Sulawesi Tengah, Kendari), Sumatera (Lampung), Jawa (Banyuwangi, Madura).

South Sea Pearl merupakan jenis mutiara yang dihasilkan dari kerang Pinctada maxima dengan negara produsen utamanya adalah Indonesia, Australia, Philipina, Myanmar, Vietnam dan Thailand. Dijuluki sebagai Ratunya Mutiara karena ukurannya yang besar dengan kilauan yang khas sehingga seringkali memiliki harga termahal.

Sebagai produsen terbesar penghasil mutiara laut selatan sejak tahun 2005, Indoneisa menyimpan potensi ekonomi mutiara yang tinggi. Nilai tersebut masih berpotensi untuk ditingkatkan dikarenakan Indonesia memiliki faktor pendukung dan seperti areal budidaya tenaga kerja dan peralatan pendukung dan teknologi.

Dalam mendukung branding potensi Mutiara di Indonesia, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (P2HP-KKP) menyelenggarakan pameran tahunan Mutiara Indonesia bertajuk Indonesian Pearl Festival (IPF).

Pameran ini merupakan bentuk pengoptimalan potensi mutiara dan penguatan branding Indonesian South Sea Pearl (ISSP) di pasar domestik dan internasional. Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang sangat tinggi, dimana Indonesia telah menjadi produsen terbesar penghasil mutiara laut selatan sejak tahun 2005.

Nilai ekspor mutiara Indonesia tesebut masih berpotensi untuk ditingkatkan, mengingat Indonesia memiliki dan menguasai faktor-faktor pendukung seperti areal budidaya, tenaga kerja, peralatan pendukung dan teknologi.

Untuk melindungi produsen mutiara Indonesia, KKP telah mengeluarkan Peraturan Menteri KP No. 8 tahun 2013 tentang Pengendalian Mutu Mutiara yang Masuk ke Dalam Wilayah Negara RI. Dukungan yang dilakukan pemerintah ditujukan untuk mengoptimalkan mutiara-mutiara terpendam dengan potensi besar yang dimiliki oleh Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz