Menunggu Kiprah N219 Mengitari Langit Indonesia

Suasana di hanggar PT DI sebelum melakukan uji coba N219 [istimewa]

NEWSWANTARA – Ditengah hiporia kemerdekaan Indonesia, anak bangsa kembali menorekan prestasi dengan pesawat N219. Pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terbang perdana mengitari langit Batu Jajar, Bandung, Jawa Barat. Setelah 20 menit melewati tes uji coba di kawasan Bandara Husain Sastranegara Bandung berhasil mendarat dengan mulus.

Chief Test Pilot PT. Dirgantara Indonesia, Kapten Esther Gayatri Saleh bertindak sebagai pilot yang menjadi  satu-satunya pilot uji perempuan di Indonesia. Pesawat N219 ditenagai sepasang engine Pratt and Whitney PT6A-52 dengan kemampuan 850 shp dan daya jelajahnya 1580 NM dengan kecepatan maksimum 213 knot. Pesawat N219 memiliki kapasitas penumpang 19 orang dengan dua mesin turboprop.

Pesawan ini dirancang untuk menjelajah wilayah perintis di Indonesia. N219 bisa menjadi transportasi udara antar pulau di Indonesia. Pesawat N219 didesain sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama wilayah perintis. Sehingga nantinya akan memiliki kemampuan short take off atau landing dan mudah dioperasikan di daerah terpencil. Selain itu, bisa self starting tanpa bantuan ground support unit.

Baca : kapal listrik indonesia mv iriana menyusul jepang dan taiwan

Pesawat N219 menggunakan teknologi yang sudah banyak ditemui di pasaran atau menggunakan, common technology sehingga harga pesawat bisa lebih murah dengan biaya operasi dan pemeliharaan yang rendah. Tidak hanya itu, pesawat ini juga menggunakan teknologi avionik canggih yakni Garmin G-1000 dengan Flight Management System. Di dalamnya terdapat Global Positioning System (GPS), sistem Autopilot dan Terrain Awareness and Warning System.

N219 merupakan pesawat penumpang kapasitas 19 penumpang, berteknologi avionik, untuk dioperasikan memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil. Pesawat N219 ini merupakan pengembangan dari N-250 secara kualitas tidak kalah bersaing dengan pesawat sejenis buatan negara lain, seperti Kanada dan China. Pesawat N219 akan terbang perdana akhir Maret dan bisa diproduksi pada 2018.

Produksi pesawat buatan perekayasa Indonesia itu diharapkan menggerakkan ekonomi, menghidupi industri pendukung, dan menumbuhkan kewirausahaan berbasis teknologi. Keberpihakan penuh dari pemerintah tentu sangat dalam mendukung kesinambungan inovasi anak bangsa ini. Tren global industri pesawat terbang, termasuk Airbus dan Boeing, ialah menyubkontrakkan sebagian pekerjaannya ke industri pendukung di seluruh dunia.

Model itu bisa diterapkan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) saat memproduksi pesawat N219. Jika pemerintah ingin pembangunan teknologi tinggi yang memberikan multimanfaat ekonomi bagi masyarakat dan menumbuhkan kewirausahaan, perlu pelibatan industri kecil menengah sebagai pendukung. Sinergitas dari semua pihak akan akan membantu dalam mewujudkan kemadirian bangsa Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz