Terminal Tirtonadi Solo, Terminal Bus Bernuansa Bandara

Terminal Tirtonadi. [Tribun Solo/Bayu Ardi Isnanto]

NEWSWANTARA –¬†Terminal Tirtonadi, Solo, Jawa Tengah mungkin layak disebut sebagai salah satu terminal terbaik di Indonesia. Bahkan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menjadikan terminal ini sebagai Terminal Percontohan Nasional. Lalu, apa yang membedakan Terminal Tirtonadi dengan Terminal lainnya?

Terminal bus dengan cita rasa Bandara! Ya, setiap orang yang baru pertama kali memasuki Terminal Tirtonadi akan merasakan atmosfer seperti di bandara. Lantai yang bersih, tempat duduk berbahan kayu solid khas Jawa yang berjejer rapi, petugas ramah, serta ruangan ber AC yang tidak mengijinkan penumpang untuk merokok di dalam terminal.

[Tribun Solo/Chrysnha Pradipha]

Lebih dari itu, terminal ini juga memanjakan penumpangnya dengan fasilitas seperti ruang Laktasi untuk Ibu menyusui, Masjid, Toilet, ruang tunggu executive, serta stop kontak listrik untuk menambah daya gadget penumpang yang biasanya low bat setelah menempuh perjalanan jauh. Semua fasilitas yang telah disebutkan tadi dapat dinikmati semua penumpang secara cuma-cuma alias gratis.

Terminal Tirtonadi merupakan terminal bus utama di Kota Solo, terminal ini beroperasi 24 jam dan merupakan satu-satunya terminal bus yang bisa bertahan berada di tengah Kota. Terminal ini merupakan terminal dengan lokasi paling ideal di Indonesia. Bagaimana tidak, di saat terminal lain selalu dipindahkan ke pinggiran kota (contoh: Pulogebang, Purabaya), terminal ini tetap dipertahankan lokasinya di jantung kota Surakarta.

Baca Juga: Mengenal Komunitas Penggemar Bus di Indonesia

Terminal Tirtonadi sendiri merupakan terminal lintasan yang menghubungkan tiga kota utama di Jawa: Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta. Tercatat kurang lebih 1800 armada bus melewati terminal ini setiap harinya. Terminal ini memiliki 2 Jalur keberangkatan yaitu:

  1. Terminal Timur: Melayani tujuan ke arah timur kota Solo misalnya Sragen, Ngawi, Purwodadi, Blora, Wonogiri, Surabaya, Probolinggo, Malang, dsb.
  2. Terminal Barat: Melayani tujuan ke arah barat kota Solo misalnya Semarang, Yogyakarta, Bandung, Cilacap, Purwokerto, Jakarta, Sumatra, dsb.

Kehabisan uang tunai? jangan khawatir, terminal Tirtonadi memiliki ATM Center yang terletak bersebelahan dengan Pusat Informasi Terminal. Selain bus, terminal ini juga berfungsi sebagai marketplace travel. Layanan door to door service ini nyatanya bisa dipadukan dengan moda transportasi bus.

[Suara Merdeka/Yusuf Gunawan]

Terminal Tirtonadi juga telah dilengkapi dengan jalur khusus untuk memandu penumpang tunanetra. Awal tahun 2017 mendatang, Terminal Tirtonadi juga akan melanjutkan pembangunan Mall dan Pusat Perbelanjaan di lantai atas terminal.

Terminal Tirtonadi saat ini juga sedang melakukan persiapan akhir untuk peresmian e-ticketing serta skybridge, jembatan penyebrangan orang (JPO) yang menghubungkan terminal dengan stasiun Solo Balapan.

Dengan segudang fasilitas dan fitur yang ada di terminal ini, layak memang jika Kementerian Perhubungan Republik Indonesia menjadikan terminal Tirtonadi sebagai terminal percontohan nasional. Harapannya, tentu terminal lain bisa mengikuti jejak Tirtonadi Solo dalam hal peningkatan layanan kepada masyarakat.


Sumber: Bosbis

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz