Bike Sharing Wujud Nyata Mengurangi Permasalahan Di Perkotaan

Kang Emil bersama komunitas Bike.bdg [detik.com]

NEWSWANTARA – Bandung terus melakukan inovasi untuk keluar dari masalah kemacetan yang dialami rata-rata kota besar di Indonesia. Kali ini bandung melakukannya dengan konsep penyewaan sepeda (bike sharing) modern yang sudah jamak dijumpai di berbagai kota besar dunia. Di Indonesia, konsep bike sharing rata-rata terbatas di dalam kampus dan itu tidak bersifat berbayar.

Pemerintah kota Bandung yang bekerja sama dengan Banolis dan PT LEN Industri telah membuat sistem penyewaan sepeda (bike sharing) yang disebut dengan Boseh. Boseh adalah kata dari Bahasa Sunda yang berarti kayuh. Konsep bike sharing ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebagai transportasi publik untuk jarak dekat.

Baca Juga : kemenhub luncurkan angkot ber-AC di bekasi untuk pertama kalinya

Untuk mengantasipasi kejadiaan yang tidak dinginkan, Banopolis telah mengambil langkah dengan mengasuransikan setiap sepeda. Di samping itu, operator memiliki data setiap pelanggan yang terekam saat pendaftaran dengan menggunakan e-KTP. Jadi ketika ada kehilangan, kita tahu dari sistem orang yang meminjam terakhir itu siapa.

Banopolis mencoba menawarkan konsep bike sharing berbayar di kota Bandung dengan harapan membantu pemerintah mengurangi kepadatan lalu lintas serta mengurangi polusi di perkotaan. Cikal bakalnya dimulai pada tahun 2012 ketika sejumlah anak muda merintis ide serupa dengan modal dana CSR dan bantuan Ikatan Alumni ITB.

Sistem ini resmi diluncurkan pada awal 2017 dengan menghadirkan 30 stasiun/shelter dan 270 unit sepeda. Sistem pembayaran yang dikembangkan berupa smartcard berbasis Near Field Communication (NFC) sebagai awalan. Berikutnya mereka berharap untuk bermitra dengan perbankan untuk memperluas kemudahan pembayaran.

[Pict. infobandung.co.id]

Ridwan Kamil sebagai birokrat sekaligus penentu kebijakan terus merancang sejumlah program untuk membuat warga Bandung berpaling ke sepeda sebagai alat transportasi sehari-hari.  Kota-kota lain seperti Solo dan Jakarta sudah tertarik meniru bike sharing untuk bisa menularkan semangat perubahan dalam menanggapi masalah perkotaan.

Semangat bersepeda itu pun ingin ditularkan ke kota-kota lain. Kedepan diharapkan untuk kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan, untuk bisa mengadopsi program serupa dalam bersama-bersama mengurangi masalah transportasi massal di Indonesia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz