Banten Siap Gunakan Aspal Plastik Untuk Bangun Infrastuktur Jalan

aspal plastik
Jalan raya. Ilustrasi

NEWSWANTARA – Dengan semakin meningkatnya jumlah pengguna transportasi pribadi di Indonesia, kebutuhan akan pertumbuhan jalanan di Tanah Air untuk terus meningkat. Akan tetapi, bila kualitas jalan di Indonesia tidak baik, alih-alih mampu memberikan fasilitas umum yang bermanfaat, jalanan akan bisa mencelakakan para pengguna kendaraan.

Atas dasar permasalahan tersebut, teknologi jalanan harus terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitasnya. Seperti yang baru-baru ini mulai banyak diterapkan di berbagai negara, yakni teknologi aspal berbahan dasar plastik. Menariknya, sebuah provinsi di Indonesia telah menyatakan kesiapan untuk menggunakan teknologi ini di jalanannya.

Provinsi Banten merupakan provinsi yang yang pertama kali telah menyatakan kesiapannya untuk menerapkan teknologi aspal plastik ini.

Kualitas aspal berbahan daur ulang plastik justru lebih awet karena mampu menyerap air. Berbeda dengan aspal hotmix yang akan terkelupas jika terkena genangan air. Teknologi aspal plastik dapat memangkas biaya produksi sehingga mampu mengehemat anggaran pemerintah dalam membangun proyek infrastruktur di Indonesia.

Baca Juga : Jalan Tol Pertama di Sumatera Selatan Telah Diresmikan 

Sebagai informasi, selama ini Indonesia dikenal dengan prestasi yang tidak membanggakan yakni dikenal sebagai negara terbesar kedua di dunia penghasil sampah plastik. Di tahun 2019, diperkirakan sampah tidak terurai di Indonesia bisa mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah nasional.

Limbah tak terurai yang sebagian besar berupa plastik tersebut diperkirakan cukup untuk membangun jalan sepanjang 190 ribu kilometer dengan asumsi dua sampai lima ton limbah digunakan untuk setiap kilometer jalan.

Sejatinya, penggunaan aspal plastik saat ini telah dilakukan oleh pihak pemerintah. Seperti Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang digandeng oleh Universitas Udayana Bali.

Pengujian aspal plastik telah dilakukan di Jalan Raya Sri Ratu Mahendradatta pada bulan Juli lalu. Uji coba lainnya, yakni di jalan raya Bekasi – Cikarang yang dilakukan pada bulan Agustus. Selain itu uji coba juga dilakukan di lingkup Istana Negara Jakarta.

Selain melakukan penelitian dan pengembangan secara mandiri. Pemerintah juga melakukan kerjasama dengan beberapa negara terkait dengan pengolahan sampah menjadi aspal. Negara-negara tersebut antara lain adalah Swedia, Finlandia, Norwegia dan Denmark.


Sumber : CNN Indonesia

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz