Bandara Soekarno-Hatta Bakal Dilengkapi Dengan Fasilitas Skytrain

Skytrain Bandara Soetta
Dok. Angkasa Pura II

NEWSWANTARA – Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu bandara terpadat di dunia dengan pergerakan pesawat mencapai 1.200 pesawat tiap harinya. Dibutuhkan pergerakan penumpang yang cepat dan efisien untuk menghubungkan dari bandara satu ke bandara lainnya. Terlebih dengan kondisi trafik yang semakin padat dalam upaya memberi kenyamanan bagi penumpang.

PT Angkasa Pura II (Persero) tengah menyelesaikan pembangunan kereta tanpa masinis
atau SkyTrain untuk menghubungkan antar terminal di Bandara International Soekarno-Hatta. Automated people mover system (APMS) atau kereta tanpa awak di Bandara Soekarno-Hatta akan diuji coba pada akhir Juli 2017 mendatang.

Skytrain atau Automated People Mover System (APMS) Bandara Soekarno-Hatta diklaim
menjadi kereta tanpa awak pertama di Indonesia. Skytrain tersebut mengaplikasi sistem
automated guideway transit (AGT) berpenggerak otomatis yang memungkinkan kereta
berjalan tanpa masinis.

AGT juga menggunakan roda yang berjalan di atas jalur beton dengan roda pengarah
tambahan di sisi kiri dan kanan unit kendaraan yang menempel pada dinding beton.
Satu trainset skytrain dapat menampung 176 orang untuk perpindahan penumpang pesawat atau pengunjung bandara dari terminal satu ke terminal lainnya.

Headway skytrain di tiap terminal ditargetkan maksimal lima menit, sedangkan waktu
tempuh skytrain dari Terminal 1 menuju integrated building ke Terminal 2, dan Terminal 3
ditetapkan sekitar tujuh menit. Skytrain ini akan menghubungan seluruh terminal di Bandara Soekarno-Hatta dan stasiun kereta bandara yang juga ditargetkan akan beroperasi tahun ini.