Sentra Budidaya Rumput Laut Sumbawa Barat

Pict : diasporaiqbal.blogspot.com

NEWSWANTARA – Desa Labuhan Kertasari, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB, sudah lama dikenal sebagai desa dengan budidaya rumput lautnya, karena sebagian besar masyarakat setempat merupakan petani rumput laut. Jenis rumput laut yang paling banyak dibudidayakan oleh petani Desa Kertasari adalah Eucheuma cottoni dan Eucheuma spinosum.

Secara geografis, kawasan Pantai Kertasari memang sangat cocok menjadi tempat budi daya rumput laut. Kontur pantai yang landai dengan kondisi arus laut yang tetap terjaga membuat rumput laut bisa semarak dalam sistem patok yang diterapkan di Desa Kertasari.

Hasil dari rumput laut dapat diolah menjadi olahan pangan seperti manisan, dodol, jelly, sirup, snack, mie dan selai. Tak hanya diolah menjadi produk pangan, akan tetapi rumput laut juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan non pangan, salah satunya dengan mengolah rumput laut menjadi beragam produk kosmetik dan kesehatan.

Jumlah petani pembudidaya rumput laut di Kabupaen Sumbawa Barat pada tahun 2012  tercatat sebanyak 1.086 orang dengan luas areal budidaya sekitar 306,60 Ha. Total produksi sekitar 9937,88 ton basah atau sekitar 2981,30 ton rumput laut kering. Untuk pasar luar negeri hasil rumput laut dari Kabupaten Sumbawa Barat banyak di export ke Jerman dan Malaysia.

Budidaya rumput laut dengan sistem patok dasar, Pict : twitter.com
Budidaya rumput laut dengan sistem patok dasar, Pict : twitter.com

Pada Tahun 2012, industri rumput laut ditetapkan sebagai Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID) KSB, dengan Permen Perindustrian RI No.136/M-IND/PER/12/2012. Selain itu, ditetapkan pula Kawasan Sentra dan Kawasan Pendukung Rumput Laut KSB sebagai Kawasan Minapolitan Percontohan Tahun 2012 melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Tahun 2013/2014. Pemerintah KSB berupaya untuk menyediakan lahan dan menambah kapasitas bangunan Pabrik Industri Rumput Laut di Desa Kertasari.

Pada 2015, Pemerintah KSB dan Koperasi Depo Pasir Putih Kertasari menjalin dan memantapkan hubungan kerja sama (Kemitraan Usaha) dengan CV.Ocean Fresh untuk menyempurnakan sarana prasarana pendukung, serta penataan kelembagaan dalam Operasional Pabrik Industri Rumput Laut Kertasari Kabupaten Sumbawa Barat, serta Peresmian Pabrik Industri Rumput Laut Kertasari.

Pengembangan budidaya rumput laut di Desa Kertasari tak lepas dari kolaborasi peranan PT NNT, Pemkab Sumbawa Barat, swasta, perguruan tinggi dan organisasi swadaya, yang sudah sejak beberapa tahun silam mengembangkan dan menjalankan pendampingan terhadap masyarakat Kertasari dalam budi daya rumput laut.

Pendampingan dilakukan dalam wujud, seperti penyuluhan, penyediaan benih, fasilitasi dalam penyimpanan, pengangkutan hingga penjualan hasil panen. Hasilnya, ribuan masyarakat di Kertasari sanggup berdaya menjadi petani rumput laut yang mandiri.

Dengan keterlibatan dari berbagai pihak tersebut, diharapkan, Rumput Laut bisa menjadi keunggulan daerah yang dapat menjadi faktor pemicu menuju ke arah kemandirian ekonomi daerah, khususnya Kabupaten Sumbawa Barat. Atas kerjasama multi-pihak, wilayah pesisir Desa Kertasari, Kecamatan Taliwang, kini telah menjadi sentra pengembangan rumput laut di Sumbawa Barat dengan seiring naik daunnya Provinsi NTB sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Indonesia.


Sumber : sumbawabaratkab

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz