Menengok Potensi Sumber Daya Alam Kalimantan Utara

Provinsi Kalimantan Utara
Logo Provinsi Kalimantan Utara

NEWSWANTARA – Sebagai provinsi ke-34 di Indonesia, Kalimantan Utara (Kaltara) yang beribukota di Tanjung Selor ini memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah. Potensi sumber daya alam inilah yang membuat Kalimantan Utara diprediksi bakal menjadi kawasan industri terbesar di Indonesia.

Secara geografis Kalimantan Utara merupakan wilayah strategis yang terletak diantara segitiga Indonesia-Malaysia-Filipina. Kalimantan Utara juga memiliki kawasan perairan di wilayah Ambalat, yang diperkirakan kaya akan sumber daya minyak dan gas. Di wilayah ini pun terdapat sejumlah potensi perikanan dan pariwisata yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Data resmi dari pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan, potensi mineral dan energi yang sudah terdeteksi di Kaltara antara lain batu gamping sebanyak 654 ribu ton di Malinau dan 25 ribu ton di Nunukan, Sirtu 2,50 juta ton di Nunukan, dan pasir kuarsa sebanyak 1 milyar ton di Nunukan.

Terdapat pula potensi minyak dan gas yang terletak di beberapa blok di Kaltara. Terdapat 9 titik ladang minyak yang mengandung 764 juta barel minyak dan 1,4 triliun cubic feet gas. Potensi gas Kaltara tersebar di Kabupaten Bulungan, Tana Tidung, dan Nunukan.

Sementara itu, dalam bidang sumber energi berbasis konservasi terdapat kekayaan alam berupa sungai yang berpotensi menjadi sumber energi listrik berkapasitas ribuan megawatt, hydro energy.

Kalimantan Utara memiliki lebih dari 20 sungai yang berpotensi bisa dibangun pembangkit listik (PLTA) karena memiliki arus air yang cukup kuat. Ke 20 sungai itu tersebar di 3 Kabupaten berbeda di Kaltara, yakni; Kabupaten Nunukan dari Sungai Sembakung dengan potensi 500 MW, Kabupaten Bulungan dari Sungai Kayan sebesar 9.000 MW), dan Kabupaten Malinau dari Sungai Mentarang sebesar 7.600 MW.

Baca Juga

Di sektor perikanan, pada tahun 2012 Kaltara memproduksi 206.208 ton ikan, dengan 94% di­produksi oleh perikanan darat. Sebagai perbandingan, produksi ikan nasional tahun 2012 mencapai 13.643 ribu ton di mana 60,8% dihasilkan oleh perikanan darat (BPS Kaltim 2013).

Kaltara juga menghasilkan perikanan laut di mana Kota Tarakan memberikan kontribusi terbesar, yakni 38% dari total hasil perikanan laut Provinsi Kaltara sebesar 11.821,1 ton. Sementara itu, Kabupaten Nunukan memberikan kontribusi yang besar dalam perikanan, yaitu 150.420,3 ton dari sektor perikanan darat atau 77,3% dari 194.831,9 ton perikanan darat yang dihasilkan Kaltara.

Di sektor perkebunan, Kaltara memiliki produk andalan yakni sawit yang mampu meningkatkan kinerja perekonomian daerah. Selain itu, Kaltara menghasilkan berbagai hasil perkebunan lainnya seperti karet, kopi, lada, dan kelapa.

Total produksi dari perkebunan yang ada di Kaltara mencapai 525.720 ton dengan produksi kelapa sawit mencapai 513.448 ton atau sebesar 97,6% dari total produksi perkebunan yang ada di Kaltara tahun 2012.

Selain itu, di Kaltara terdapat juga hutan yang dilindungi dan dikenal di seluruh dunia yaitu Hutan Lindung Kayan Mentarang yang luasnya + 1,5 juta Ha, yang terletak di 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Hutan ini juga dikenal dengan julukan sebagai “Heart of Borneo“.

Sumber daya alam yang melimpah menjadi satu modal besar yang harus dimanfaatkan sebagai salah satu sumber energi bagi kepentingan masyarakat di wilayah Provinsi Kalimantan Utara.

Bukan tidak mungkin, potensi sumber daya alam Kalimantan Utara yang melimpah tersebut bila dimanfaatkan dengan sebaik mungkin bisa menjadi langkah untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus visi misi menjadikan provinsi Kaltara sebagai lumbung energi nasional tidak menjadi keniscayaan melainkan sebuah kenyataan.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz