Menakar Peluang Indonesia Pada Komitmen Pengembangan Mobil Listrik

mobil listrik
Mobil listrik Selo menjadi mobil listrik sport generasi kedua setelah Tucuxi, yang digagas oleh mantan Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan bersama tim Putra Petir. [Istimewa]

NEWSWANTARA – Mobil listrik sudah tidak menjadi hal baru terdengar di era high-tech. Potensi pengembangan mobil hemat energi ini cukup besar, pengembangannya di Indonesia merupakan salah satu upaya mewujudkan moda transportasi ramah lingkungan. Pengembangan mobil listrik adalah komitmen pemerintah menurunkan emisi sebesar 29% di bawah bussiness as ususal pada tahun 2030.

Terdapat 15 negara yang merupakan pasar potensial untuk pengembangan mobil listrik di antaranya Thailand, Australia, Filipina, Korea, Brunei, Hong Kong, Kamboja, Laos, Vietnam, Malaysia, Myanmar, Singapura termasuk juga Indonesia di dalamnya.

Industri mobil listrik nasional digadang-gadang pemerintah lantaran memiliki beberapa keunggulan, yakni hemat energi, ramah lingkungan, tanpa emisi, dan biaya operasional yang rendah. Mobil listrik akan menjadi tren kendaraan pada masa depan di tengah persediaan bahan bakar minyak yang semakin menipis sehingga harganya melambung tinggi.

Baca Juga : Mempertimbangkan Capaian Teknologi di Indonesia

Industri otomotif dalam negeri memiliki daya saing dengan mengedepankan sinergisitas sesuai dengan tuntutan pasar. Mobil listrik ini menjadi target market untuk pengembangan industri otomotif kita ke depannya. Ini menjadi penting dalam perkembangan global yang mulai mewujudkan transportasi yang ramah lingkungan.

Disamping itu perkembangan teknologi yang semakin pesat mendorong industri untuk terus berinovasi. Ketersedian bahan bakar fosil yang semakin menipis membuat industri otomotif harus mengambil langkah antisipasi. Pengembangan mobil listrik menjadi langkah tepat dalam menerawang keberlangsungan industri otomotif kedepannya.

Mendukung perngembangan mobil ramah lingkungan ini, pemerintah telah membuat langkah strategis yang disebut triplex helix, merupakan kolaborasi antara pemerintah dengan asosiasi industri dan akademisi. Sinergi dukungan berbagai instansi terkait untuk melakukan penelitian dan pengembangan serta penetapan regulasi terkait perkembangan teknologi.

Untuk mobil listrik, teknologi yang perlu dikembangkan antara lain charging station, battery, dan motor listrik. Pada situasi global, Ingris dan Perancis sudah melarang mobil non listrik di jalan raya pada tahun 2040. Tidak menutup kemungkinan negara lainnya di dunia akan menerapkan policy serupa.

Pengembangan mobil listrik ini menjadi langkah mengurangi emisi gas buang, membuat udara lebih bersih, dan masyarakat mempunyai pilihan menggunakan mobil berbahan hydrocarbon atau menggunakan listrik. Melalui kementrian ESDM, Indonesia akan segera membuat keputusan Presiden (Keppres) untuk segera memuwujudkan mobil listrik.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz