Industri Makanan dan Minuman Sebagai Penopang Ekonomi Nasional

industri makanan dan minuman
Ilustrasi [Istimewa]

NEWSWANTARA – Industri makanan dan minuman (mamin) diproyeksikan masih menjadi salah satu sektor andalan penopang pertumbuhan manufaktur dan ekonomi nasional. Peran penting sektor strategis ini terlihat dari kontribusinya yang secara konsisten dan signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) industri non-migas serta peningkatan realisasi investasi.

Berdasarkan data dari Kementerian Perindustrian, sektor industri makanan dan minuman (mamin) hingga saat ini masih berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,3 juta orang atau sebesar 21,34% dari 16,6 juta tenaga kerja dibidang industri.

Pemerintah terus berupaya menjaga ketersediaan bahan baku yang dibutuhkan industri makanan dan minuman agar semakin produktif dan memiliki daya saing global. Apalagi, sektor ini basisnya nilai tambah sehingga proses hilirisasi perlu dijamin.

Kementerian Perindustrian mencatat, sumbangan industri makanan dan minuman kepada PDB industri non-migas mencapai 34,95% pada triwulan III tahun 2017. Hasil kinerja ini menjadikan sektor tersebut kontributor PDB industri terbesar dibanding subsektor lainnya.

Baca Juga

Selain itu, capaian tersebut mengalami kenaikan empat persen dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan, kontribusinya terhadap PDB nasional sebesar 6,21% pada triwulan III/2017 atau naik 3,85% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Jika dilihat dari perkembangan realisasi investasi, sektor industri makanan dan minuman untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN) triwulan III/2017 mencapai Rp27,92 triliun atau meningkat sebesar 16,3% dibanding periode yang sama tahun 2016. Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA) sebesar USD1,46 miliar.

Guna menjaga pertumbuhan industri ini tetap tinggi, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus mendorong pelaku industri makanan dan minuman nasional agar memanfaatkan potensi pasar dalam negeri.

Indonesia dengan jumlah penduduknya yang mencapai 258,7 juta orang, menjadi pangsa pasar yang sangat menjanjikan, sehingga hal ini dapat menjadi potensi besar bagi industri makanan dan minuman untuk terus berkembang.

Di samping itu, industri di sektor makanan dan minuman nasional semakin kompetitif karena jumlahnya cukup banyak. Tidak hanya meliputi perusahaan skala besar, tetapi juga telah menjangkau di tingkat kabupaten untuk kelas industri kecil dan menengah (IKM), Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah go international.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz