Beragam Potensi Yang Dimiliki Oleh Kabupaten Pulau Morotai

Kabupatean Kepulauan Morotai
Pulau MC. Arthur salah satu destinasi unggulan di Kabupatean Kepulauan Morotai [Okezone/Elang Riki Yanuar]

NEWSWANTARA – Kabupaten Pulau Morotai secara resmi terbentuk menjadi sebuah kabupaten sendiri pada tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Daerah yang pernah menjadi basis armada tempur Jepang pada Perang Dunia II ini menyimpan sejuta potensi terutama di sektor bahari. Potensi yang ada tersebut nantinya dapat dijadikan sektor andalan untuk bisa berkontribusi bagi devisa daerah.

Pulau Morotai merupakan salah satu pulau terbesar di Maluku Utara yang memiliki potensi sumber daya alam yang cukup melimpah, mulai dari sektor pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, pertambangan maupun potensi pariwisata terutama pemandangan bawah laut peninggalan Perang Dunia II.

Baca Juga : Melihat Kekayaan Alam Maluku Utara

Jumlah pulau-pulau kecil yang terdapat di Kabupaten Pulau Morotai berjumlah 33 pulau dengan rincian pulau yang berpenghuni berjumlah 7 pulau dan yang tidak berpenghuni berjumlah 26 pulau.

Meriam bekas peninggalan Perang Dunia ke 2

Kabupaten Pulau Morotai juga memiliki komoditas perdagangan yang beragam, mulai dari plywood, kayu olahan lain, minyak kelapa kasar, bungkil, pisang segar, kopra, pala, fuli, kakao, kayu bular, rotan dan kelapa.

Kelapa merupakan komoditi unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Pulau Morotai ini. Desa Bido adalah desa yang banyak memiliki Kelapa bido (kelapa pendek). Kelapa yang dapat dijadikan sebagai bibit pengembangan.

Kelapa bido memiliki pohon tidak terlalu tinggi, buahnya banyak dan ukurannya besar serta dagingnya tebal, sehingga komoditi ini memiliki nilai yang cukup ekonomis bagi masyarakat setempat.

Di samping itu, Maluku Utara yang akrab disebut Moloku Kie Raha (gugusan empat pulau bergunung) ini memiliki kekayaan tambang yang cukup menjanjikan, seperti nikel ore, limonite, dan emas.

Semenjak di tetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pada tahun 2012, Morotai terus berbenah dalam menyikapi persaingan global. Infrastruktur di Kabupaten Pulau Morotai mulai dibenahi untuk mendukung mobilitas. Kabupaten ini juga dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di timur Indonesia melalui potensi wisata baharinya.

Pada tahun 2016, telah terbangun ruas jalan lingkar Morotai, serta dibukanya jalur penerbangan baru yang akan memberi stimulus dalam pengembangan potensi Kabupaten Pulau Morotai.

Penetapan sebagai Kawasan ekonomi khusus akan berdampak besar bagi perekonomian terlebih kontribusinya dalam penyerapan tenaga kerja. Adanya KEK ini akan membuat Kabupaten Pulau Morotai lebih dikenal dengan potensi alamnya yang tidak hanya bahari.

Masyarakat Kabupaten Pulau Morotai memiliki hidup cenderung berkelompok, meski satu sama lainnya berbeda keyakinan. Kegotogroyongan, saling menghargai perbedaan keyakinan menjadi salah satu ciri masyarakat Kabupaten Pulau Morotai yang menjadi modal besar bagi pengembangan daerah.