Mengenal Lebih Dekat Bunga Bangkai di Bengkulu

bunga bangkai
kondisi bunga bangkai yang sedang mekar [ilustrasi]

NEWSWANTARA – Terdengar aneh ketika mendengar istilah bunga bangkai, bunga terbesar kedua dunia. Bunga bangkai memiliki nama latin Amorphophallus titanum dan Amorphophallus gigas atau Sumatera Giant Amorphophallus. Terdapat 170 jenis bunga bangkai di seluruh dunia dan sekitar 25 jenis di antaranya bisa ditemui di Indonesia.

Tanaman Amorphophallus pada umumnya merupakan tumbuhan khas yang dapat dijumpai di dataran rendah daerah tropis dan subtropis seperti Indonesia, tanaman Amorphophallus merupakan tanaman endemik yang khusus ditemukan di kawasan Sumatra dan Kalimantan.

Di indonesia, bunga bangkai ini diidentikkan dengan pulau sumatera tepatnya di Provinsi Bengkulu. Pemerintah Provinsi Bengkulu bahkan menjadikan bunga bangkai raksasa sebagai maskot. Bunga bangkai raksasa tertinggi yang pernah tumbuh adalah setinggi 3,45 meter di Desa Tebat Monok, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu.

Baca juga :  menjaga kelestarian pasar apung sungai barito

Selain itu ada juga rekor bunga bangkai tertinggi yang pernah tumbuh diantaranya di Kebun Raya Bonn, Jerman pada tahun 2003 dengan bunga bangkai yang tingginya mencapai 2,7 meter. Rekor bunga bangkai terbesar dipegang oleh Kebun Raya Cibodas, Indonesia pada 11 maret 2004 dengan bunga bangkai yang berukuran 3,17 meter.

Disebut dengan bunga bangkai karena memang bunga ini mengeluarkan bau yang menyengat seperti bangkai. Bau bangkai ini sebetulnya adalah berfungsi untuk mengundang serangga seperti lalat, kumbang demi membantu proses penyerbukannya.

Saat ini populasi bunga bangkai semakin berkurang di habitat aslinya di alam liar. Hal ini disebabkan karena sebagian kawasan hutan telah beralih fungsi menjadi lahan-lahan untuk perkebunan, pertanian ataupun lahan pemukiman baru. Perilaku masyarakat yang terkadang merasa tidak nyaman dengan aroma yang dikeluarkan bunga bangkai sehingga mereka memotong dan membuangnya.

Beberapa jenis bunga bangkai seperti suweg raksasa dan lain-lain yang tersebar di Sumatera telah masuk dalam status rentan dalam daftar merah International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), oleh karena itu telah dilakukan berbagai upaya konservasi untuk melindungi dan melestarikan bunga bangkai.

Seperti upaya konservasi habitat bunga bangkai di Taman Nasional Bukit Barisan Sumatera yang didukung lembaga konservasi dunia WWF dan beberapa universitas di Eropa seperti Cambridge University yang melakukan penelitian tentang bunga langka ini.

Kekhawatiran akan kepunahan bunga bangkai harus disadari sedini mungkin dalam menyadarkan masyarakat. Bunga langka yang di miliki Bengkulu ini bahkan dapat dikembangkan sebagai sektor ekowisata asalkan pemerintah daerah serius mengembangkan sektor ini.

Peluang pemerintah daerah mengembangkan sektor ekowisata dengan memanfaatkan pesona bunga bangkai (Amorphophallus) yang mekar terbuka lebar. Menjadi pekerjaan rumah bersama agar seluruh pihak terkait dapat bersinergi untuk mampu menjaga kelestarian bunga langka khas alam Indonesia untuk bisa dikenal dunia.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz