Belajar Mengenal Kekayaan Fauna Nusantara di Museum Zoologi Bogor

Museum Zoologi Bogor
Museum Zoologi menyajikan beragam jenis satwa yang diawetkan [National Geographic Indonesia/Yunaidi]

NEWSWANTARA – Pada tahun 1894 seorang ahli botani asal Jerman  J.C. Koningsberger mendirikan sebuah museum Zoologicum Bogoriense atau Museum Zoologi Bogor. Museum ini pada awalnya memiliki fungsi sebagai wadah penelitian yang berkaitan dengan pertanian, inventarisasi fauna, dan zoologi.

J.C. Koningsberger mengumpulkan berbagai macam koleksi-koleksi dari berbagai daerah di Indonesia dan juga beberapa negara di dunia, selah satunya adalah Paus Biru, mamalia terbesar di dunia.

Jumlah koleksi yang dipamerikan di museum ini meliputi 3,5% jumlah jenis fauna yang terdapat di Indonesia. Selain koleksi binatang awetan, museum ini juga memiliki koleksi binatang hidup untuk tujuan penelitian ilmiah.

Baca Juga: Menilik Kekayaan Flora Dan Fauna Indonesia

Koleksi ilmiah yang ada di museum zoologi terbagi dalam beberapa kelompok, yakni kelompok mamalia, ikan, burung, reptil dan amfibi, moluska, serangga, dan invertebrata lainnya.

Koleksi terbanyak yang dimiliki museum zoologi Bogor ini adalah koleksi serangga, yakni jumlahnya yang mencapai 12.000 jenis serangga, yang diwakili oleh 2.580.000 contoh spesimen.

koleksi Museum Zoologi Bogor
Burung kasuari yang diawetkan merupakan salah satu koleksi Museum Zoologi Bogor [National Geographic Indonesia/Yunaidi]

Dengan membayar tiket masuk seharga Rp 15.000,- (lima belas ribu Rupiah), pengunjung dapat mengunjungi museum ini pada hari senin hingga minggu dengan jam operasional mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore.

Museum yang memiliki visi untuk menjadi pusat informasi fauna nusantara ini terletak di belakang area gedung Treub Laboratorium dan guest house Nusa Indah yang berada di dalam komplek Kebun Raya Bogor.

Setelah mengunjungi museum ini, para pengunjung diharapkan dapat mengenal berbagai macam kekayaan fauna yang ada di nusantara, dan memiliki kepedulian terhadap kelestarian fauna nusantara.


Sumber: Nationalgeographic Indonesia

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz