(suara.com)

NEWSWANTARA – Pada tahun 2017 mendatang, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong penambahan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 255 Megawatt (MW). Tambahan ini nantinya membuat kapasitas tenaga panas bumi Indonesia menjadi 1.908,5 MW atau naik 26,09 persen dari posisi saat ini 1.513,5 MW.

Dengan adanya kenaikan kapasitas tersebut, Indonesia diprediksi akan menyalip Filipina sebagai negara penghasil panas bumi terbesar kedua di dunia. Saat ini cadangan energi panas bumi Filipina semakin berkurang. Sedangkan, Indonesia masih memiliki cadangan energi panas bumi yang cukup melimpah.

Kementerian ESDM berharap, proyek-proyek yang dijadwalkan beroperasi tahun depan dapat segera berjalan sesuai dengan rencana. Adapun, beberapa proyek itu, antara lain PLTP Dieng dengan kapasitas 10 MW, PLTP Sarula unit 2 dengan kapasitas 110 MW, PLTP Ulubelu unit 4 berkapasitas 55 MW, PLTP Lahendong skala kecil 5 MW, dan PLTP Lumut Balai unit 1 berkapasitas 55 MW.

Selain itu, terdapat juga proyek PLTP Karaha berkapasitas 30 MW yang awalnya sudah beroperasi tahun ini, namun jadwalnya dimundurkan hingga Maret 2017. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan dengan kontraktor mitra PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang belum kelar.

Di samping proyek-proyek yang beroperasi, Kementerian ESDM juga akan membuka lelang bagi enam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan total 330 MW, terdiri dari WKP Telaga Ranu (5 MW), WKP Sekincau (110 MW), WKP Oka-Ile Ange (10 MW), Kepahiang (110 MW), Grandong (55 MW) dan Pandan sebesar 40 MW.

Pelaksanaan lelang ini rencananya sedang dalam proses meminta persetujuan dari pemerintah daerah setempat, sehingga Surat Keputusan (SK) dari Menter ESDM diharapkan bisa terbit April mendatang.

Kementerian ESDM Kedepannya berharap kalau seluruh potensi panas bumi di Indonesia sudah dimanfaatkan, bukan hal yang tidak mungkin nantinya Indonesia bisa menyalip Amerika Serikat sebagai negara dengan kapasitas PLTP yang terbesar di dunia.

Sebagai informasi, kapasitas PLTP Indonesia sepanjang tahun 2016 akan bertambah 205 MW yang disumbang dari PLTP Ulubelu unit 3 (55 MW), PLTP Lahendong unit 5 (20 MW), PLTP Sarulla (110 MW), dan PLTP Lahendong Unit 6 (20 MW). Sehingga, total kapasitas PLTP Indonesia di akhir tahun akan mencapai 1.657,5 MW atau naik 15,22 persen dari posisi tahun lalu 1.438.5 MW.

Sementara itu, potensi dari energi panas bumi yang ada di Indonesia mencapai angka 29.544 MW. Dengan begitu, pemanfaatan panas bumi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi hingga akhir tahun ini diprediksi baru mencapai 5,61 persen.


Sumber: CNN Indonesia

Berikan Komentar Anda

avatar