Potensi Cadangan Migas Provinsi Jawa Timur

NEWSWANTARA – Indonesia menduduki peringkat ke-25 dengan potensi minyak mentah terbesar di dunia. Cadangan yang dimiliki oleh Indonesia mencapai 4,4 miliar barrel. Cadangan minyak mentah yang melimpah menempatkan Indonesia sebagai negara ke 21 sebagai penghasil minyak mentah dengan total produksi 1 juta Barrel Oil Per Day (BOPD).

Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya alam terbesar, baik sumber daya yang bisa diperbarui maupun yang tidak bisa diperbaharui seperti minyak dan gas alam. Jawa timur salah satunya, provinsi dengan ladang minyak dan gas bumi (Migas) terbesar di Indonesia.

Total produksi minyak di Jatim mencapai angka 465.540 Barrel Oil Per Day (BOPD) dan total produksi gas bumi yang mencapai 636,84 Million Metric Standar Cubic Feet per Day (MMSCFD) di tahun 2014, dari jumlah tersebut menempatkan Jatim di bawah Kalimantan dan Riau sebagai daerah penghasil migas terbesar.

Baca Juga : Potensi Sumber Daya Alam Kalimantan

Blok Migas di Jatim terbagi mejadi dua yakni di wilayah Utara (off shore) atau di lepas pantai laut Jawa, seperti di laut sekitar Pulau Bawean, Gresik dan pulau-pulau kecil di wilayah Madura. Sedangkan yang di darat (on shore) berada di wilayah barat Jatim, seperti di Tuban, Lamongan dan Bojonegoro.

Penemuan-penemuan ladang migas terus bertambah di Jatim, salah satu temuan terbesar, yakni Blok Cepu yang meliputi wilayah Kabupaten Bojonegoro (Jatim), Kabupaten Blora (Jateng), dan Kabupaten Tuban (Jatim) dan cadangan migas terbesar berada di Kabupaten Bojonegoro. Penemuan blok cepu ini memberi harapan baru untuk investasi dalam negeri khusunya di bidang migas, mengingat cadangan yang cukup besar terkandung di blok ini.

Blok Cepu mengandung cadangan migas sebesar 7,7 triliun kaki kubik minyak bumi atau setara 650 juta barel. Total potensi minyak yang sudah diketahui 583.475,5 juta barel, sedangkan gas bumi 10.301,7 miliar meter kubik. Produksi minyak di Kabupaten Bojonegoro diperkirakan mencapai 185 ribu Barrel Oil Per Day (BOPD) di lapangan minyak Banyu Urip.

Bojonegoro adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Tambang minyak merupakan salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar untuk Pemda Kabupaten Bojonegoro. Sekedar untuk diketahui, Hasil dari sektor minyak di Bojonegoro pada tahun 2015 telah mencapai angka di atas Rp 1,2 triliun.

Besarnya jumlah produksi minyak tersebut diperoleh dari beberapa ladang minyak produksi yang dikelola oleh perusahan-perusahaan minyak luar negeri maupun dalam negeri. Inilah yang akhir-akhir ini membuat nama Bojonegoro menjadi sorotan publik sebagai daerah penghasil minyak guna menopang kebutuhan minyak nasional.

Provinsi Jawa Timur memiliki 42 cekungan potensi migas, cekungan tersebut sudah diketahui sejak abad 18 namun baru lima tahun terahir dikelola. Salah satu yang memiliki cekungan besar, yakni Blok Cepu dan Surabaya. Namun hanya blok Cepu yang baru teroptimalkan dengan cadangan migas yang melimpah.

Cekungan-cekungan ini memiliki prospek yang tinggi untuk dikelola. Kepadatan penduduk di Surabaya menjadi sebuah kendala dalam memanfaatkan cadangan migas. Surabaya yang memiliki luas daratan 333.063 km2 dan jumlah penduduk yang mencapai 3 juta jiwa lebih. Karena jumlah penduduknya yang cukup tinggi, sehingga investor akan berfikir ulang untuk ekploitasi di Surabaya.

Berjalannya sistem otonomi daerah di Indonesia membuat beberapa daerah mulai mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki, termasuk daerah yang berada di Provinsi Jawa Timur. Dengan cadangan migas yang terdapat di beberapa daerah di Jawa Timur diharapakan kedepannya mampu menimbulkan dampak multiplier effect dalam hal peningkatan taraf hidup masyarakat Jawa Timur.

Berikan Komentar Anda

avatar
wpDiscuz